Connect with us

EKBIS

Belum Siang, Rupiah Sudah Terseret ke Rp17.859 per Dolar AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi rupiah dibawah dolar, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali membuat pasar keuangan dalam negeri tegang pada perdagangan Jumat, (29/5/2026). Baru beberapa menit pasar dibuka, mata uang Garuda langsung bergerak liar dan nyaris menembus level Rp17.850 per dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah awalnya dibuka melemah tipis 0,02 persen ke posisi Rp17.793 per dolar AS setelah pasar domestik libur dua hari dalam rangka Idul Adha. Namun tekanan terhadap rupiah langsung membesar hanya dalam hitungan menit.

Pada pukul 09.04 WIB, rupiah tercatat melemah hingga 0,3 persen ke level Rp17.843 per dolar AS. Posisi ini kembali mendekati titik terlemah sepanjang sejarah dan memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar.

Berdasarkan data perdagangan lain pada pukul 09.12 WIB, rupiah bahkan sempat berada di level Rp17.859 per dolar AS atau melemah 0,07 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.846 per dolar AS.

Gejolak rupiah pagi ini terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang juga cenderung melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,51 persen, disusul rupiah yang melemah 0,07 persen. Dolar Singapura turun 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,04 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen terhadap dolar AS.

Meski demikian, sejumlah data perdagangan menunjukkan rupiah sempat bergerak menguat tipis. Berdasarkan Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.836 per dolar AS atau menguat 9 poin. Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah sempat berada di posisi Rp17.784 per dolar AS.

Perbedaan data tersebut mencerminkan tingginya volatilitas pasar pada pagi hari. Dalam satu sesi perdagangan saja, rupiah bergerak di rentang Rp17.772 hingga Rp17.868 per dolar AS.

Di tengah tekanan terhadap rupiah, indeks dolar AS justru masih menunjukkan penguatan tipis ke level 99,03. Kenaikan indeks dolar ini menjadi sinyal bahwa mata uang Negeri Paman Sam masih mendominasi pasar global.

Sementara itu, beberapa mata uang Asia lain justru mampu menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina naik 0,29 persen, ringgit Malaysia menguat 0,27 persen, baht Thailand terapresiasi 0,24 persen, dolar Taiwan naik 0,23 persen, dan yuan China menguat 0,06 persen.

Pergerakan rupiah yang terus bertahan di kisaran Rp17.800 kini menjadi sorotan utama pelaku pasar. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru bahwa tekanan terhadap mata uang Garuda belum benar-benar berakhir, apalagi dolar AS masih menunjukkan dominasinya di pasar global. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version