Connect with us

EKBIS

Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Aktualitas.id -

Ilustrasi rupiah anjlok, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Kamis (28/5/2026) pagi. Mata uang Garuda bahkan nyaris menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.01 WIB, rupiah spot dibuka melemah ke level Rp 17.857 per dolar AS. Posisi ini turun 0,31% dibanding penutupan sebelumnya di Rp 17.801 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah terus berlanjut. Hingga pukul 09.48 WIB, rupiah semakin terdepresiasi 69 poin atau 0,39% ke level Rp 17.870 per dolar AS.

Situasi ini membuat rupiah kembali mencetak rekor sebagai salah satu level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar AS.

Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang Asia juga tertekan oleh penguatan dolar AS. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah jatuh 0,49%, disusul rupiah 0,31%, ringgit Malaysia 0,24%, dan baht Thailand 0,23%.

Sementara itu, indeks dolar AS ikut menguat ke level 99,34 dari sebelumnya 99,20. Penguatan greenback dipicu ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed yang masih agresif di tengah ancaman inflasi global dan ketidakpastian geopolitik dunia.

Di pasar domestik, kurs e-Rate Bank BCA pada 28 Mei 2026 juga menunjukkan lonjakan signifikan. BCA menetapkan kurs beli dolar AS di Rp 17.730 dan kurs jual Rp 17.850 per dolar AS.

Kondisi ini memicu kekhawatiran publik terhadap potensi kenaikan harga barang impor, bahan baku industri, hingga tekanan terhadap daya beli masyarakat apabila pelemahan rupiah terus berlanjut.

Pelaku pasar kini menanti langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah derasnya arus penguatan dolar AS global. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version