DUNIA
Krisis Dana? Israel Pangkas Pasukan Besar-besaran
AKTULITAS.ID – Militer Israel mulai mengurangi jumlah pasukan cadangan yang bertugas aktif setelah evaluasi operasional terbaru. Langkah ini dilakukan di tengah laporan media Israel yang menyebut institusi militer menghadapi tekanan anggaran sekaligus berkurangnya kebutuhan operasional di sejumlah front.
Surat kabar Yedioth Ahronoth, yang mengutip pernyataan militer Israel, melaporkan bahwa jumlah personel cadangan serta penerbitan Order 8—mekanisme mobilisasi darurat untuk memanggil pasukan cadangan—akan dikurangi secara bertahap.
Menurut militer Israel, kebijakan tersebut didasarkan pada penilaian operasional terkini dan akan diterapkan berbeda-beda sesuai kondisi di masing-masing sektor.
Order 8 selama ini menjadi instrumen utama mobilisasi cepat pasukan cadangan dalam situasi perang atau keadaan darurat nasional. Sistem itu digunakan secara luas sejak konflik bersenjata di Gaza meningkat pada Oktober 2023.
Laporan media Israel menyebut sejumlah unit telah memberi tahu personelnya bahwa jumlah pasukan cadangan akan dikurangi secara signifikan mulai pekan depan. Di beberapa unit, pengurangan disebut dapat mencapai sekitar 50 persen, disertai penghentian sejumlah aktivitas yang dinilai tidak mendesak.
Kebijakan ini dilaporkan tidak hanya berdampak pada unit pertahanan wilayah, tetapi juga sejumlah sektor operasional lain, termasuk sebagian personel di markas militer.
Mengutip pejabat militer, Yedioth Ahronoth menyebut pengurangan tersebut dilakukan karena sebagian misi yang sebelumnya direncanakan kini dinilai tidak lagi memerlukan jumlah pasukan cadangan sebesar sebelumnya.
Di sisi lain, media Israel Israel Hayom sebelumnya melaporkan bahwa militer tengah bersiap mengurangi ribuan personel cadangan aktif pada akhir bulan. Jumlah pasukan yang bertugas disebut diperkirakan turun dari sekitar 60.000 menjadi 50.000 personel.
Sejumlah laporan media juga mengaitkan kebijakan ini dengan tekanan fiskal yang dihadapi lembaga pertahanan Israel. Pengeluaran operasional yang meningkat selama konflik berkepanjangan dilaporkan telah menyebabkan defisit anggaran yang mencapai puluhan miliar shekel.
Selain itu, media ekonomi Israel melaporkan adanya perbedaan pandangan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan mengenai besaran anggaran pertahanan ke depan.
Meski demikian, militer Israel dalam pernyataannya menyebut pengurangan pasukan dilakukan berdasarkan penilaian kebutuhan operasional terbaru, sementara laporan mengenai tekanan anggaran berasal dari pemberitaan sejumlah media Israel dan belum disampaikan sebagai alasan resmi oleh militer.
Langkah ini menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam dinamika kebijakan pertahanan Israel di tengah konflik yang masih berlangsung dan pembahasan mengenai alokasi anggaran negara. (Mun)
-
POLITIK12/10/2026 16:00 WIBSurvei CELIOS: Rapor Prabowo-Gibran di Bawah Angka 5
-
NASIONAL12/10/2026 16:30 WIBHabib Syarief Desak Usut Tuntas Perusakan Bus Persib di Batang
-
POLITIK13/10/2026 06:00 WIBPKS Belum Putuskan Prabowo 2029
-
EKBIS12/10/2026 14:00 WIBKemnaker Catat 63.789 Korban PHK hingga September 2026
-
NUSANTARA12/10/2026 14:30 WIBKarhutla Terjang 10 Distrik Merauke
-
POLITIK12/10/2026 17:00 WIBDemokrat Tak Tutup Pintu Soal Impeachment Gibran
-
EKBIS13/10/2026 05:00 WIBRahasia Angin Sudah Dijelaskan Al-Qur’an 14 Abad Lalu
-
JABODETABEK13/10/2026 05:30 WIBBMKG: Selasa Jakarta Berawan Seharian