EKBIS
Hadapi Musim Kemarau, Kementan Percepat Bantuan Pompa Air untuk Petani Subang
AKTUALITAS.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau dengan menyiapkan bantuan delapan unit pompa air untuk lahan pertanian di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Upaya tersebut dilakukan guna menjaga pasokan air bagi tanaman padi sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan yang mulai mengancam sejumlah sentra produksi pangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan akan melakukan langkah antisipatif sebelum dampak kekeringan meluas. Salah satu strategi utama yang dijalankan ialah mempercepat program pompanisasi untuk menjaga produktivitas pertanian nasional.
“Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam,” tegas Amran.
Sebagai bagian dari program mitigasi kekeringan, Kementan terus memperluas penyaluran bantuan pompa air di berbagai daerah. Pada periode 2023 hingga 2025, pemerintah telah mendistribusikan 80.158 unit pompa air kepada petani di seluruh Indonesia. Sementara pada 2026, Kementan menargetkan penyaluran sebanyak 11.000 unit pompa air guna memperkuat ketahanan produksi pangan selama musim kemarau.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Subang serta penyuluh pertanian melakukan identifikasi lapangan di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Rabu (8/7/2026). Kegiatan itu bertujuan memetakan kondisi lahan sekaligus menyiapkan penanganan cepat terhadap ancaman kekeringan.
Hasil identifikasi menunjukkan sejumlah desa di Kecamatan Cipunagara membutuhkan dukungan sistem irigasi perpompaan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman padi yang sedang memasuki fase pertumbuhan. Berdasarkan hasil tersebut, Kementan menyiapkan bantuan delapan unit pompa air yang akan dibangun secara bertahap.
Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Wilayah I Bandung, Hamid Sangadji, menjelaskan bantuan tersebut merupakan respons cepat atas laporan masyarakat terkait ancaman kekeringan di wilayah sentra produksi padi.
“Kami menindaklanjuti informasi mengenai dampak kekeringan ini dengan melakukan respons cepat bersama Dinas Pertanian dan penyuluh wilayah Kabupaten Subang untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan. Terhadap tiga hingga empat desa yang kami kunjungi di dua kecamatan, akan diupayakan bantuan sebanyak delapan unit irigasi perpompaan. Pelaksanaannya dimulai secara bertahap mulai besok dan dilanjutkan pada minggu-minggu berikutnya,” ujar Hamid.
Ia menambahkan pemetaan wilayah terdampak maupun berpotensi mengalami kekeringan terus dilakukan hingga puncak musim kemarau. Langkah tersebut diharapkan mempercepat penyaluran bantuan agar dampak terhadap produksi pangan dapat ditekan.
“Kami berkomitmen memitigasi dampak kekeringan tidak hanya di Kabupaten Subang, tetapi juga di seluruh daerah yang teridentifikasi mengalami maupun berpotensi terdampak kekeringan hingga Agustus mendatang,” katanya.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manyingsal, Taryo, menyambut baik respons pemerintah. Menurutnya, sekitar 25 hektare sawah di wilayahnya berada di dataran tinggi sehingga sangat bergantung pada ketersediaan air tanah.
“Tahun ini kemaraunya sangat parah, bahkan menjadi yang terberat sejak 2008 dan 2009. Saat ini usia tanaman padi sekitar 45 hingga 55 hari sehingga sangat membutuhkan pasokan air,” ujar Taryo.
Ia berharap bantuan pompa dan pembangunan sumur segera direalisasikan agar tanaman padi pada fase kritis dapat terselamatkan.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Hamdani, menjelaskan Desa Manyingsal tidak memiliki sumber air permukaan sehingga irigasi perpompaan menjadi solusi paling efektif. Tahap awal pembangunan akan diawali dengan survei geolistrik untuk menentukan titik sumber air sebelum pengeboran dilakukan.
“Target utama kami adalah menyelamatkan sawah petani agar tetap dapat berproduksi pada musim kemarau. Ke depan, keberadaan irigasi perpompaan ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan air sehingga ancaman kekeringan dapat diantisipasi lebih dini,” pungkas Hamdani.
-
EKBIS11/07/2026 01:00 WIBAPERSI Siap Perkuat Tata Kelola Organisasi untuk Dukung Program Tiga Juta Rumah
-
JABODETABEK11/07/2026 05:30 WIBAkhir Pekan Cuaca di Jakarta Dipanggang Panas
-
NASIONAL11/07/2026 15:00 WIBRudi Margono Resmi Gantikan Febrie Adriansyah Jadi Jampidsus
-
NUSANTARA11/07/2026 12:30 WIBEmbun Beku Lumpuhkan Pertanian Dieng
-
JABODETABEK11/07/2026 06:30 WIBPolisi Buka SIM Keliling di Lima Titik Jakarta
-
NASIONAL11/07/2026 07:00 WIBEddy Soeparno: SRUK Tak Cukup Tanpa Regulasi Kuat
-
NASIONAL11/07/2026 04:00 WIBDrama di Kejagung! Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus
-
POLITIK11/07/2026 11:00 WIBDPR Pastikan Seleksi KPU-Bawaslu Pakai UU Lama