JABODETABEK
Pembunuhan Sadis Balita di Kontrakan Bekasi
AKTUALITAS.ID – Kasus tragis mengguncang wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Seorang balita berusia dua tahun ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kontrakan dan diduga menjadi korban pembunuhan oleh pamannya sendiri yang disebut mengalami gangguan kejiwaan.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Rabu malam, 27 Mei 2026. Korban ditemukan oleh sang nenek, yang selama ini merawatnya sejak usia dua minggu.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan korban sehari-hari tinggal bersama nenek dan pamannya di sebuah kontrakan di kawasan Jatisampurna.
“Iya, betul. Ditemukan di kamar. Jadi itu bentuk kontrakan gitu, sudah ada dapur sama kamarnya jadi satu,” ujar Andi.
Menurut polisi, sang nenek bekerja berjualan bahan kue untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pada malam kejadian, sekitar pukul 22.00 WIB, nenek korban pulang dan mendapati pintu kontrakan terkunci dari dalam.
Setelah menggunakan kunci cadangan, ia menemukan cucunya sudah tidak bernyawa di dalam kamar. Sementara anaknya, yang diduga sebagai pelaku, ditemukan tergeletak dan kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Polisi menyebut korban mengalami banyak luka akibat benda tajam di beberapa bagian tubuh. Sementara terduga pelaku juga mengalami luka dan kini masih dirawat dalam kondisi kritis.
“Nanti akan kami dalami lagi setelah kondisinya membaik dan bisa dimintai keterangan,” kata Andi.
Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan sebilah pisau yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut. Namun, menurut keterangan polisi, pisau itu sempat dicuci oleh nenek korban karena panik dan syok saat menemukan kejadian tragis tersebut.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa terduga pelaku sebelumnya pernah menjalani penanganan kejiwaan dan rutin mengonsumsi obat. Polisi mendapatkan informasi dari pihak keluarga bahwa dalam dua hari terakhir obat tersebut tidak dikonsumsi karena keterbatasan biaya.
Kasus ini kini masih dalam penanganan intensif aparat kepolisian. Polisi juga mendalami kondisi psikologis terduga pelaku serta mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi di lokasi kejadian.
Peristiwa ini memicu keprihatinan publik, terutama terkait pengawasan terhadap anggota keluarga dengan gangguan kejiwaan serta kondisi sosial ekonomi keluarga yang kesulitan mengakses pengobatan rutin. (Kusuma/Mun)
-
POLITIK13/07/2026 17:17 WIBPengamat Mendukung Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi
-
NUSANTARA13/07/2026 16:46 WIBLaporan Penipuan Ketua DPRD Prabumulih Berujung Damai, Pelapor Sebut Salah Paham
-
NASIONAL13/07/2026 19:30 WIBPrabowo Diminta Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke KPK
-
DUNIA13/07/2026 17:45 WIBAkibat Panas 41 Derajat, Prancis Matikan Reaktor Nuklir
-
RAGAM13/07/2026 19:00 WIBEuforia Koplove Fest Volume 4, Bejo Jahe Merah Manjakan Pengunjung dengan Berbagai Fasilitas
-
NASIONAL13/07/2026 22:30 WIBBuku Puisi Esai Denny JA Diterjemahkan dalam 35 Bahasa
-
NASIONAL13/07/2026 17:00 WIBKasus Febrie Harus Independen dan Jangan Ada Intervensi Politik
-
POLITIK13/07/2026 18:00 WIBAbai Putusan MK, Para Wamen Eks Timses Prabowo-Gibran Tetap Komisaris BUMN