Connect with us

EKBIS

ESDM Pastikan BBM Subsidi Aman di Tengah Rupiah yang Terus Melemah

Aktualitas.id -

Ilustrasi suasana pengisian bbm di SPBU, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah yang terus melemah kembali menjadi sorotan pasar, namun pemerintah memastikan kondisi tersebut tidak akan berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga akhir tahun.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan bahwa pemerintah telah memperhitungkan secara matang dampak pelemahan rupiah terhadap sektor energi, termasuk BBM subsidi.

Menurutnya, pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipatif dengan meningkatkan produksi minyak mentah dalam negeri serta memperkuat kapasitas kilang nasional untuk mengurangi ketergantungan impor.

“Jadi untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi ini sudah kita perhitungkan. Kita juga dorong peningkatan produksi dalam negeri dan kilang sudah kita siapkan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga memastikan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah maupun kenaikan harga minyak mentah dunia tidak akan langsung memengaruhi harga BBM subsidi.

Kementerian ESDM mencatat rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) per April 2026 berada di level USD 117,31 per barel, yang setara lebih dari Rp2 juta per barel dengan asumsi kurs Rp17.684 per dolar AS.

Sementara itu, rupiah pada perdagangan terakhir tercatat kembali melemah ke kisaran Rp17.706 per dolar AS, menambah tekanan di pasar keuangan domestik.

Meski demikian, pemerintah menyebut rata-rata ICP sepanjang tahun masih berada di bawah USD 100 per barel, sehingga dinilai masih dalam batas yang dapat dikelola oleh APBN.

“Rata-rata Januari sampai sekarang sekitar USD 80–81 per barel. Jadi belum sampai USD 100,” jelas Bahlil.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi fiskal negara masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi.

“Tidak akan naik, Insya Allah sampai akhir tahun. Anggarannya cukup,” tegasnya.

Dengan jaminan tersebut, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang di tengah gejolak nilai tukar dan fluktuasi harga minyak global yang masih berlanjut. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version