Connect with us

EKBIS

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Terlemah Hari Ini

Aktualitas.id -

Ilustrasi rupiah melemah, foto: meta ai

AKTUALITAS.ID – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali berlanjut pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Mata uang Garuda tercatat menjadi yang paling tertekan di antara mata uang utama Asia seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global.

Berdasarkan data perdagangan pagi, rupiah dibuka melemah ke kisaran Rp17.735–Rp17.738 per dolar AS, melanjutkan tekanan setelah sebelumnya sempat menguat pada perdagangan terakhir. Pelemahan ini sekaligus membuat rupiah gagal mempertahankan momentum positif yang sempat tercipta.

Di antara mata uang Asia lainnya, rupiah menjadi yang mengalami pelemahan harian paling besar. Nilai tukar rupiah sempat turun sekitar 0,37 persen ke level Rp17.755 per dolar AS, lebih dalam dibandingkan pelemahan won Korea Selatan, baht Thailand, peso Filipina, maupun dolar Taiwan.

Tekanan terhadap rupiah juga terlihat dalam kinerja sepanjang tahun berjalan. Secara kumulatif sejak awal 2026, rupiah telah melemah sekitar 6,11 persen dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi yang terburuk di kawasan Asia, melampaui pelemahan won Korea Selatan, rupee India, baht Thailand, yen Jepang, hingga peso Filipina.

Sebaliknya, beberapa mata uang Asia masih mampu menunjukkan ketahanan terhadap dolar AS. Yuan China masih mencatat penguatan sepanjang tahun, sementara dolar Singapura bergerak positif dan ringgit Malaysia hanya mengalami pelemahan yang relatif terbatas.

Kondisi ini mencerminkan kuatnya tekanan eksternal yang masih membayangi pasar keuangan regional. Penguatan dolar AS, ketidakpastian ekonomi global, serta arus modal yang cenderung berhati-hati membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berada di bawah tekanan.

Pelaku pasar kini menanti berbagai data ekonomi global serta arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia yang diperkirakan akan menjadi penentu pergerakan pasar valuta asing dalam beberapa waktu ke depan. Di sisi domestik, stabilitas inflasi, cadangan devisa, serta langkah Bank Indonesia juga akan menjadi faktor penting dalam menjaga pergerakan rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version