DUNIA
Trauma Perang Gaza Jadi Sorotan Usai 16 Tentara Israel Bunuh Diri
AKTUALITAS.ID – Militer Israel kembali menghadapi sorotan terkait kondisi kesehatan mental personelnya setelah laporan media Israel menyebutkan sedikitnya 16 tentara aktif meninggal karena bunuh diri sejak Januari hingga akhir Juli 2026. Angka tersebut menambah kekhawatiran mengenai dampak psikologis perang yang berkepanjangan di Jalur Gaza.
Surat kabar Haaretz melaporkan dua kasus terbaru melibatkan personel perempuan. Salah satunya merupakan prajurit tempur dari Batalyon Bardelas yang bertugas di perbatasan Mesir-Israel, sementara satu lainnya adalah personel intelijen militer yang bertugas di pangkalan Glilot, dekat Ramat Hasharon.
Menurut laporan tersebut, Polisi Militer Israel telah membuka penyelidikan terhadap kedua kasus tersebut sebagai bagian dari prosedur resmi yang berlaku.
Data yang dihimpun Haaretz menunjukkan jumlah tentara aktif yang meninggal karena bunuh diri sepanjang tahun ini mencapai 16 orang. Selain itu, media tersebut juga melaporkan sedikitnya sembilan personel lain, termasuk anggota cadangan yang pernah terlibat dalam operasi militer, meninggal karena bunuh diri ketika tidak sedang bertugas.
Fenomena ini menjadi perhatian karena tren serupa juga tercatat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, Haaretz melaporkan terdapat 22 tentara aktif yang meninggal karena bunuh diri, yang disebut sebagai angka tahunan tertinggi dalam sekitar 15 tahun terakhir.
Sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, laporan berbagai media Israel menyebut kasus bunuh diri di kalangan prajurit terus meningkat. Investigasi internal militer dikabarkan mengaitkan banyak kasus dengan paparan pertempuran berkepanjangan, pengalaman traumatis, serta tekanan psikologis akibat kehilangan rekan di medan perang.
Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, juga melaporkan bahwa setiap kasus diselidiki melalui pemeriksaan menyeluruh, termasuk analisis dokumen terkait dan wawancara dengan orang-orang terdekat personel yang bersangkutan.
Seorang pejabat senior militer Israel, sebagaimana dikutip KAN melalui Anadolu Agency, menyatakan bahwa sebagian besar kasus tersebut berkaitan dengan kompleksitas situasi perang yang berlangsung dalam waktu lama.
Lonjakan kasus ini kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya layanan kesehatan mental bagi personel militer yang bertugas di wilayah konflik, seiring berlanjutnya operasi militer dan tingginya tekanan psikologis yang dihadapi para prajurit. (Mun)
-
JABODETABEK04/11/2026 05:30 WIBBMKG: Sebagian Besar Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Rabu
-
EKBIS04/11/2026 10:30 WIBRupiah Perkasa Lawan Dolar AS Jelang Pemilu Amerika
-
POLITIK04/11/2026 06:00 WIBHabiburokhman Ungkap Dugaan Polisi Minta Rp50 Juta ke Kader Gerindra
-
NASIONAL04/11/2026 05:00 WIBIJTI Usulkan Udin Bernas Jadi Pahlawan Nasional, Mensos Siapkan Proses Pengusulan
-
EKBIS04/11/2026 09:30 WIBIHSG Anjlok Hampir 1,5 Persen
-
NUSANTARA04/11/2026 08:30 WIBBandar Sabu di Morowali Pakai AI untuk Jalankan Bisnis Haram
-
Berita04/11/2026 10:00 WIBMenko Yusril Sebut Kasus Presiden Prabowo Belum Dijerat Makar
-
OASE04/11/2026 05:00 WIBLidah Tak Dijaga? Al-Qur’an Bongkar Hukuman Mengerikan bagi Penggunjing