Berita
Usai Bentrokan Yerusalem, PM Israel Minta Semua Pihak Tenang
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu meminta semua pihak tenang dan tidak bereaksi berlebihan menyusul bentrokan yang terjadi di Yerusalem Timur. “Agar semua patuh hukum. Saya menyerukan agar semua pihak tenang,” kata Netanyahu dikutip AFP, Sabtu (24/4). Sejak tiga hari terakhir bentrokan tidak terelakkan di Yerusalem. Pada Kamis (22/4), pemuda Palestina terjebak dalam aksi serang […]
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu meminta semua pihak tenang dan tidak bereaksi berlebihan menyusul bentrokan yang terjadi di Yerusalem Timur.
“Agar semua patuh hukum. Saya menyerukan agar semua pihak tenang,” kata Netanyahu dikutip AFP, Sabtu (24/4).
Sejak tiga hari terakhir bentrokan tidak terelakkan di Yerusalem. Pada Kamis (22/4), pemuda Palestina terjebak dalam aksi serang dengan para Yahudi Otrodoks. Hampir 150 orang dilaporkan jatuh terluka.
Masjid Al Aqsa tak luput jadi saksi bentrokan. Puluhan ribu Muslim berhadapan dengan para tentara Israel bersenjata.
Tentara Israel melepaskan banyak roket ke sejumlah titik permukiman warga. Tank-tank Israel menembaki pemuda di Gaza. Blokade di mana-mana.
Israel mengklaim serangan udara yang melibatkan jet tempur dan helikopter memiliki sasaran basis militer Hamas.
“Saya memberikan instruksi seperti skenario,” kata Netanyahu.
-
FOTO21/02/2026 06:34 WIBFOTO: Astra Rayakan HUT ke-69 Sebuah Perjalanan Membangun Negeri
-
NUSANTARA21/02/2026 20:03 WIBKronologi Tewasnya Pelajar yang Dihantam Helm oleh Oknum Brimob
-
POLITIK21/02/2026 07:00 WIBGibran Minim Tampil, Ahli: Hubungan Prabowo-Jokowi Makin Retak
-
EKBIS21/02/2026 11:30 WIBRekor Baru! Harga Emas Antam Tembus Rp3 Juta per Gram Hari Ini
-
NASIONAL21/02/2026 10:00 WIBEddy Soeparno: Energi Terbarukan Kunci Ketahanan Energi Indonesia
-
JABODETABEK21/02/2026 06:30 WIBTangerang Dilanda Banjir Rob, Ratusan Keluarga Terdampak
-
EKBIS21/02/2026 19:00 WIBAtasi Anomali Pangan, Satgas Saber Cegah Oplos Beras di NTB
-
JABODETABEK21/02/2026 10:30 WIBPramono Anung: Persoalan Klasik Jakarta Masih Belum Tuntas