Berita
SMRC: 40,2 Persen Publik Setuju Jokowi Maju Nyapres Lagi
AKTUALITAS.ID – Hasil survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research Center (SMRC) menunjukkan mayoritas publik menginginkan ketentuan masa jabatan presiden yang ada dalam UUD 1945 yakni 2 periode, tetap dipertahankan dan tidak perlu diubah. Sebelumnya ada wacana mengubah Undang-undang agar masa jabatan Presiden diperpanjang lagi menjadi 3 periode. SMRC juga melakukan survei terkait respon setuju atau tidak jika Joko Widodo (Jokowi) […]
AKTUALITAS.ID – Hasil survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research Center (SMRC) menunjukkan mayoritas publik menginginkan ketentuan masa jabatan presiden yang ada dalam UUD 1945 yakni 2 periode, tetap dipertahankan dan tidak perlu diubah.
Sebelumnya ada wacana mengubah Undang-undang agar masa jabatan Presiden diperpanjang lagi menjadi 3 periode.
SMRC juga melakukan survei terkait respon setuju atau tidak jika Joko Widodo (Jokowi) mencalonkan diri jadi presiden lagi. Hasilnya adalah mayoritas tidak setuju atau menolak.
“74 persen mengatakan harus dipertahankan, artinya ya sudah memang dua kali masa jabatan masing-masing lima tahun, yang mengatakan diubah itu 13 persen, yang tidak tahu 13 persen,” kata Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando dalam rilis survei yang dilakukan secara virtual, Minggu (20/6/2021).
Ade mengatakan dari 13 persen yang ingin masa jabatan diubah itu, persentase terbesar menginginkan presiden boleh lebih dari tiga periode.
“Dari 13 persen itu ditanya kalau diubah menurut anda sebaiknya masa jabatan presiden berapa kali? Yang paling besar sebanyak 31 persen adalah boleh lebih dari tiga kali masing masing selama 5 tahun,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, ketika ditanya terkait dengan sikapnya jika Presiden Jokowi maju kembali di 2024, responden yang awalnya mendukung jabatan presiden hanya dua periode goyah.
Dengan pertanyaan itu, didapatkan hasil sebanyak 40,2 persen responden setuju Jokowi kembali maju sebagai capres untuk ketiga kalinya, 6,9 persen tidak menjawab dan 52,9 persen publik tidak setuju
“Ketika disodorkan nama Jokowi untuk kembali maju, yang setuju dua periode banyak goyah, sehingga tidak lagi jadi 74 persen, meski yang menolak tetap mayoritas. Ada efek Jokowi terhadap sikap publik,” ujarnya.
Survei ini sendiri dilakukan pada 21-28 Mei 2021 terhadap 1.072 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Responden terpilih diwawancara lewat tatap muka oleh pewawancara yang terlatih. Margin of error rata-rata dari survei ini sebesar 3,05 persen pada tingkat kepercayaan sebanyak 95 persen.
-
NUSANTARA21/02/2026 20:03 WIBKronologi Tewasnya Pelajar yang Dihantam Helm oleh Oknum Brimob
-
EKBIS21/02/2026 19:00 WIBAtasi Anomali Pangan, Satgas Saber Cegah Oplos Beras di NTB
-
NUSANTARA21/02/2026 20:00 WIBOknum Brimob Penganiaya Anak Hingga Meninggal Dunia, Ditetapkan Sebagai Tersangka
-
OLAHRAGA21/02/2026 22:30 WIBSetelah 9 Tahun Pensiun, Floyd Mayweather Bakal Naik Ring Lagi
-
NASIONAL21/02/2026 14:00 WIBNatalius Pigai Sebut Pengkritik Program MBG Melanggar Prinsip Dasar Kemanusiaan
-
NUSANTARA21/02/2026 21:30 WIBJalur Jonggol Layak Dilalui Saat Mudik Lebaran 2026
-
RAGAM21/02/2026 15:30 WIBIlmuwan Newcastle University Peringatkan Bahaya Permanen Pencairan Es Antartika
-
EKBIS21/02/2026 21:00 WIBUsai Temuan BBM Bercampur Air, SPBU di Parungpanjang Beroperasi Lagi