Ridwan Kamil: Jalur KA Cibatu-Garut 100 Persen Selesai


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan pidato pelatihan relawan penanggulangan COVID-19 di SMKN 3, Bandung, Jawa Barat, Senin (19/10/2020). Pemprov Jawa Barat bersama BNPB dan Satgas COVID-19 menggelar pelatihan yang diikuti oleh tiga ribu orang dari berbagai organisasi dan instansi di Jawa Barat guna memberikan edukasi pada masyarakat sehingga laju pertambahan dan perkembangan kasus COVID-19 di provinsi tersebut dapat menurun. AKTUALITAS.ID/Kiki Budi Hartawan.

AKTUALITAS.ID – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa kesiapan jalur kereta api (KA) Cibatu-Garut sudah mencapai 100 persen. Namun walau begitu, ia mengaku belum mengetahui secara pasti kapan jalur tersebut akan bisa digunakan karena masih dalam kajian Kementerian Perhubungan.

Pria yang biasa disapa Emil itu menjelaskan bahwa pihaknya, Kamis (6/1/2022) melakukan inspeksi terakhir jalur Cibatu-Garut. “Hari ini kami melakukan inspeksi terakhir untuk memastikan sebentar lagi akan resmi kita operasikan, (sekarang sedang menunggu finalisasi dari Kementerian Perhubungan,” jelas Emil.

Hasil inspeksi yang dilakukannya, Emil mengklaim bahwa kesiapan jalur tersebut 100 persen.

“Hasil inspeksi sudah 100 persen saya boleh klaim. Tadi saya cek semuanya, tinggal administrasi aja. Makanya kita dorong Kemenhub untuk mempercepat,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa masih terkendalanya di sisi administrasi untuk reaktivasi jalur tersebut adalah karena masih adanya permasalahan investasi yang sedang dihitung.

“PT KAI hanya operator. Kalau di jalur ini kan memodali rel juga yang sebenarnya bagian dari pemerintah pusat. Ini gimana ngitungnya sedang dicari, itu ujungnya ke pada tarif,” katanya.

Dan kaitannya dengan tarif itu, menurutnya untuk antar stasiun di Garut bahkan antar kota masih lebih murah. “Dibandingkan dengan kerepotan-kerepotan naik darat, tol, dan lain sebagainya, jadi sangat luar biasa,” ucapnya.

Meski begitu, Emil mengaku belum mengetahui kapan jalur tersebut akan mulai direalisasikan.

“Bolanya ada di pa Menteri (Perhubungan) makanya hari saya inspeksi, nanti malam saya WA (whatsapp), saya telpon.(Berharap reaktivasi) ya secepatnya. Itu kewenangannya bukan ada di wilayah Gubernur, dan saya pahami biar jangan bergerak (diaktifkan) tahunya masih belum jelas, kasian,” sebutnya.

slug . '" class="' . $tag->slug . '">' . $tag->name . ''; } } ?>