Berita
Harga Beras di Bekasi Tembus Rp18 Ribu, Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli
AKTUALITAS.ID – Harga beras di Pasar Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi terus mengalami kenaikan. Tebaru, beras per kilogram kini tembus Rp18 ribu untuk tipe premium.
Salah seorang pedagang beras di Pasar Baru bernama Encep mengatakan, beras jenis medium berkisar harga Rp17 ribu hingga Rp16.500 per kilogram.
“Harga beras sekarang mah naik terus, harga jualnya mulai dari Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per kilonya. Jenisnya antara IR 64 ama IR 42. Istilahnya ada yang bagus ada yang jelek harganya,” ucap Encep kepada wartawan, Senin (19/2/2024).
Encep menyebutkan, kondisi kenaikan harga beras di Pasar Baru Cikarang telah terjadi sejak dua bulan terakhir.
“Jenis IR 42 lumayan harga belinya Rp16 ribu dari sananya, beras biasa kemarin beli itu Rp15.500 sekarang sudah naik terus, kalau kemarin masih Rp13 ribu perkilo sekarang ya segitu Rp16 ribu per kilo,” jelasnya.
Imbas meroketnya harga beras ini, mengakibatkan omzet penjualan di toko milik Encep anjlok. Kondisi ini sangat terbalik dengan harga beras sebelum mengalami kenaikan.
Bila sebelumnya dapat menjual 5 kuintal beras, kini Encep hanya bisa menjual 3 hingga 2 kuintal beras saja.
“Ya mempengaruhi penjualan, udah sepi biasa kita habis 5 kuintal sekarang paling 2 sampai 3 kuintal, hampir 50 persen penurunannya,” keluhnya. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
JABODETABEK18/03/2026 12:30 WIBPolisi: Tidak Ada One Way Penuh di Jalur Puncak hingga Lebaran
-
OASE18/03/2026 05:00 WIBSurah Al-Mutaffifin Ingatkan Pedagang tentang Hari Pembalasan
-
NASIONAL18/03/2026 13:00 WIBKemenhub: Tak Ada Penghentian Penerbangan Internasional
-
NASIONAL18/03/2026 14:00 WIBMUI Imbau Umat Tunggu Penetapan Lebaran Resmi
-
EKBIS18/03/2026 10:30 WIBRupiah Naik 0,25% ke Rp16.955 per Dolar AS
-
NASIONAL18/03/2026 10:00 WIBBantah Isu Liar, TNI Selidiki Dugaan Prajurit Terlibat Kasus Air Keras KontraS
-
EKBIS18/03/2026 11:34 WIBHarga Emas Antam Naik ke Rp2,996 Juta per Gram
-
POLITIK18/03/2026 06:00 WIBPrabowo mau Tertibkan Pengamat, PDIP: Jangan Abaikan Risiko Demokrasi