Connect with us

Berita

Harga Emas Turun Tajam di Awal Pekan

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada awal perdagangan Senin (6/4/2026). Harga emas pecahan 1 gram tercatat turun Rp26.000 menjadi Rp2.831.000 per gram.

Berdasarkan pembaruan sistem Logam Mulia pada pukul 08.44 WIB, penurunan harga emas Antam juga diikuti oleh penyusutan harga pembelian kembali (buyback). Saat ini, harga buyback ditetapkan sebesar Rp2.550.000 per gram, turun Rp27.000 dibandingkan sebelumnya.

Harga emas Antam diperbarui secara berkala setiap hari sekitar pukul 08.30 WIB, mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar.

Selain itu, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,25% sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (6 April 2026):

0,5 gram: Rp1.465.500 (Rp1.469.164 setelah pajak)

1 gram: Rp2.831.000 (Rp2.838.078 setelah pajak)

2 gram: Rp5.602.000 (Rp5.616.005 setelah pajak)

3 gram: Rp8.378.000 (Rp8.398.945 setelah pajak)

5 gram: Rp13.930.000 (Rp13.964.825 setelah pajak)

10 gram: Rp27.805.000 (Rp27.874.513 setelah pajak)

25 gram: Rp69.387.000 (Rp69.560.468 setelah pajak)

50 gram: Rp138.695.000 (Rp139.041.738 setelah pajak)

100 gram: Rp277.312.000 (Rp278.005.280 setelah pajak)

250 gram: Rp693.015.000 (Rp694.747.538 setelah pajak)

500 gram: Rp1.385.820.000 (Rp1.389.284.550 setelah pajak)

1.000 gram: Rp2.771.600.000 (Rp2.778.529.000 setelah pajak)

Analisis Pasar:
Penurunan harga emas ini terjadi di tengah dinamika global, termasuk penguatan dolar AS dan fluktuasi harga komoditas. Biasanya, kenaikan dolar AS cenderung menekan harga emas karena membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi investor global.

Meski demikian, emas masih menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang diminati saat ketidakpastian ekonomi meningkat.

Dengan penurunan harga ini, pelaku pasar kini mencermati apakah tren pelemahan akan berlanjut atau justru menjadi momentum bagi investor untuk kembali mengoleksi emas. (Firmansyah/Mun)

TRENDING

Exit mobile version