Connect with us

DUNIA

Iran: Jangan Bermimpi Kalahkan Republik Islam

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam terkait pembukaan Selat Hormuz.

Situasi geopolitik di Timur Tengah kian memanas menyusul ultimatum keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada Iran. Dalam pernyataannya, Trump meminta Iran membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau menghadapi konsekuensi militer serius.

Ancaman tersebut langsung direspons keras oleh pihak Iran. Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan akan dibalas dengan kekuatan penuh.

“Jika serangan terus berlanjut, pintu neraka akan terbuka,” tegasnya.

Pernyataan senada juga disampaikan juru bicara militer Ebrahim Zolfaghari, yang menyebut bahwa eskalasi konflik dapat menjadikan seluruh kawasan sebagai medan kehancuran.

Ketegangan ini dipicu oleh rangkaian serangan militer antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang terjadi sejak akhir Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar dan memperparah konflik regional.

Sebagai respons, Iran menutup Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia. Penutupan ini langsung berdampak pada lonjakan harga minyak global dan mengganggu stabilitas energi internasional.

Trump bahkan mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi dalam batas waktu yang telah ditentukan.

Situasi ini membuat dunia internasional berada dalam posisi waspada tinggi, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi energi dari kawasan Teluk ke berbagai negara. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version