Connect with us

DUNIA

Iran Umumkan Kontrol Penuh Hormuz Selama Sebulan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Meta AI

AKTUALITAS.ID – Iran mengeluarkan pernyataan keras terkait masa depan Selat Hormuz, jalur pelayaran paling strategis bagi distribusi minyak dunia. Pemerintah Iran menegaskan kawasan tersebut akan berada di bawah pengawasan dan kendali penuh Teheran selama 30 hari ke depan menyusul kesepahaman yang dicapai dengan Amerika Serikat pascakonflik bersenjata di kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein, di Baghdad, Minggu (29/6/2026).

Araghchi mengatakan pemerintah Iran telah menyampaikan perkembangan terbaru terkait perang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, termasuk implementasi nota kesepahaman yang baru disepakati Washington dan Teheran.

“Selat Hormuz tetap berada di bawah pengawasan dan pengelolaan penuh Iran selama 30 hari mendatang. Setelah seluruh hambatan disingkirkan, kapasitas penuh jalur pelayaran itu akan dipulihkan,” ujar Araghchi.

Ia menegaskan tidak ada negara lain yang memiliki kewenangan atas pengelolaan Selat Hormuz selama periode tersebut. Menurutnya, seluruh mekanisme pengamanan dan pembukaan kembali jalur pelayaran menjadi tanggung jawab penuh Republik Islam Iran.

Iran juga melontarkan peringatan agar tidak ada pihak luar yang mencoba melakukan intervensi.

Menurut Araghchi, setiap tindakan sepihak justru berpotensi memperburuk situasi keamanan dan menghambat proses normalisasi lalu lintas kapal di salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia tersebut.

Selain membahas Selat Hormuz, Araghchi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Irak yang dinilai konsisten memberikan dukungan kepada Iran selama konflik berlangsung.

“Rakyat dan pemerintah Irak selalu mendukung rakyat Iran yang menjadi korban agresi Israel dan Amerika Serikat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein menegaskan negaranya menolak meluasnya perang di kawasan Teluk dan tidak mendukung serangan terhadap Iran.

Menurut Hussein, Irak sejak awal menginginkan seluruh persoalan diselesaikan melalui jalur diplomasi, bukan konfrontasi militer yang berpotensi mengancam stabilitas kawasan maupun perekonomian global.

Ia juga menekankan pentingnya seluruh pihak mematuhi kesepahaman yang telah dicapai agar Selat Hormuz dapat kembali beroperasi secara normal dan blokade maritim segera berakhir.

Selat Hormuz selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. Sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melewati perairan sempit tersebut. Karena itu, setiap ketegangan di Hormuz selalu memicu kekhawatiran pasar global terhadap gangguan pasokan energi dan lonjakan harga minyak dunia. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version