Connect with us

POLITIK

Partai Buruh Oleng Dihantam Badai Pengunduran Diri 1,3 Juta Kader

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Partai Buruh menghadapi guncangan internal setelah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ferri Nuzarli resmi mengundurkan diri bersama sekitar 1,3 juta anggota dan jajaran pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI). Gelombang pengunduran diri ini menjadi salah satu eksodus terbesar sejak partai tersebut kembali berdiri pada 2021.

Ferri mengumumkan keputusan tersebut dalam konferensi pers pada Jumat (26/6/2026). Ia menegaskan langkah itu diambil setelah muncul perbedaan pandangan yang dinilai semakin mendasar mengenai arah perjuangan Partai Buruh.

“Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar,” ujar Ferri.

Menurut Ferri, ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin Andi Gani Nena Wea. Organisasi tersebut juga menjadi salah satu dari 11 organisasi pendiri Partai Buruh saat Kongres I pada Oktober 2021.

Tak hanya dirinya, Ferri menyatakan sekitar 1,3 juta anggota ORI di seluruh Indonesia juga resmi mengundurkan diri dari Partai Buruh secara serentak.

Ia bahkan menginstruksikan seluruh pengurus ORI yang masih menjabat dalam struktur Partai Buruh, mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan, agar segera mengajukan surat pengunduran diri secara administratif.

Gelombang pengunduran diri itu disebut terjadi hampir di seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara hingga Papua.

Ferri mengibaratkan hubungan ORI dengan Partai Buruh seperti rumah tangga yang mengalami konflik berkepanjangan. Berbagai upaya penyelesaian secara internal, menurutnya, telah dilakukan namun tidak menghasilkan titik temu.

Meski memilih berpisah jalan, Ferri menegaskan keputusan tersebut dilakukan secara baik-baik dan tidak dimaksudkan untuk menciptakan permusuhan.

“Kami tetap menjaga hubungan persaudaraan dengan Partai Buruh,” katanya.

Eksodus besar ini diperkirakan menjadi tantangan serius bagi konsolidasi internal Partai Buruh, mengingat ORI selama ini merupakan salah satu organisasi pendiri sekaligus basis organisasi yang berkontribusi dalam penguatan struktur partai di berbagai daerah. Ke depan, dinamika ini berpotensi memengaruhi peta organisasi dan kekuatan politik Partai Buruh menjelang agenda politik nasional berikutnya. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version