DUNIA
Kapal Singapura Kena Drone di Hormuz
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah sebuah kapal kargo berbendera Singapura dilaporkan terkena serangan yang diduga dilakukan menggunakan drone. Insiden ini langsung memicu keputusan Organisasi Maritim Internasional (IMO) Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di kawasan paling strategis bagi perdagangan minyak dunia tersebut.
Kapal milik perusahaan pelayaran Taiwan, Ever Lovely, dilaporkan dihantam benda tak dikenal ketika melintas di dekat Oman. Padahal kapal itu sedang berlayar melalui jalur yang direkomendasikan badan keamanan maritim Angkatan Laut Inggris (UKMTO).
Evergreen Marine mengungkapkan benturan terjadi di sisi kanan kapal dan menyebabkan kerusakan pada jendela anjungan. Beruntung, seluruh awak kapal serta muatan dilaporkan selamat dan kapal berhasil keluar dari Selat Hormuz.
Meski demikian, sumber keamanan menyebut kapal tersebut sangat mungkin menjadi sasaran serangan drone, memperkuat kekhawatiran bahwa situasi keamanan di kawasan masih jauh dari kata stabil.
Situasi yang semakin mencekam membuat IMO mengambil langkah drastis dengan menghentikan sementara implementasi operasi pengawalan kapal yang sebelumnya dibentuk untuk membantu ratusan kapal dan ribuan pelaut keluar dari kawasan konflik.
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menegaskan penghentian sementara dilakukan guna memastikan seluruh jaminan keselamatan bagi kapal-kapal yang masih berada di wilayah tersebut benar-benar tersedia.
IMO juga menekankan bahwa kapal Ever Lovely bukan bagian dari program evakuasi yang dijalankan organisasi tersebut. Program itu sebelumnya menyediakan dua jalur pelayaran, melalui perairan Iran maupun Oman, dengan pengawasan Amerika Serikat.
Insiden terbaru ini semakin memperbesar kekhawatiran bahwa kesepakatan awal untuk meredakan konflik antara Amerika Serikat dan Iran berada dalam kondisi rapuh.
Sebelumnya, UKMTO juga melaporkan sebuah kapal dihantam proyektil hanya beberapa jam setelah Teheran memperingatkan kapal-kapal asing agar tidak menggunakan jalur pelayaran yang belum mendapat persetujuan Iran.
Dua pejabat Amerika Serikat bahkan mengatakan kepada Reuters bahwa kapal tersebut ditembaki oleh Iran. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Washington terkait insiden terbaru tersebut.
Di sisi lain, Otoritas Selat Teluk Persia Iran menegaskan kapal yang berlayar di luar rute yang ditetapkan tidak akan memperoleh jaminan keselamatan. Iran juga menyatakan seluruh risiko menjadi tanggung jawab penuh pemilik, operator, dan nakhoda kapal.
Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa Selat Hormuz masih menjadi salah satu titik paling rawan di dunia. Gangguan keamanan di jalur tersebut berpotensi memengaruhi arus perdagangan global dan distribusi energi internasional apabila eskalasi terus meningkat. (Mun)
-
NASIONAL29/09/2026 20:00 WIBGercep! Kemensos Selamatkan Bocah 12 Tahun Tak Sekolah
-
JABODETABEK29/09/2026 05:30 WIBBMKG Bongkar Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa
-
NASIONAL29/09/2026 06:00 WIBDaeng Sere Minta Uang Makan Prajurit TNI Naik
-
JABODETABEK29/09/2026 06:30 WIBCek 5 Titik SIM Keliling Jakarta Selasa 29 September
-
NASIONAL29/09/2026 10:00 WIBPDIP Minta Kemenhan Transparan Soal Kematian ASN Komcad
-
NASIONAL29/09/2026 07:00 WIBEddy Soeparno: Energi Hijau Harus Jadi Mesin Ekonomi
-
NASIONAL29/09/2026 09:00 WIBBikin Malu Prabowo! DPR Ngamuk Minta Qodari Tertibkan Deputi Tukang Pamer
-
EKBIS29/09/2026 09:30 WIBInvestor Panik, IHSG Kembali Masuk Zona Merah