DUNIA
PBB Pertimbangkan “Semua Cara” Amankan Selat Hormuz
AKTUALITAS.ID – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan melakukan pemungutan suara terkait usulan penggunaan kekuatan militer untuk mengamankan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.
Dewan Keamanan PBB akan menggelar voting penting pada Jumat terkait proposal yang membuka peluang penggunaan kekuatan militer di Selat Hormuz.
Usulan tersebut diajukan oleh Bahrain, sekutu dekat Amerika Serikat di kawasan Teluk. Dalam draf resolusi, negara anggota PBB diberi kewenangan menggunakan “semua cara defensif yang diperlukan” untuk menjamin kebebasan navigasi.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur paling strategis di dunia, tempat sebagian besar pasokan minyak global melintas setiap harinya. Gangguan di wilayah ini berpotensi memicu krisis energi dan mengguncang ekonomi global.
Mengutip laporan CNN, resolusi tersebut memungkinkan negara anggota bertindak secara individu maupun melalui koalisi maritim multinasional.
Mandat ini dirancang berlaku selama enam bulan dengan kewajiban pelaporan rutin kepada Dewan Keamanan. Meski demikian, resolusi menegaskan langkah tersebut bersifat terbatas dan tidak menjadi preseden hukum internasional.
Draf resolusi juga mengecam tindakan Iran yang dinilai mengancam stabilitas perdagangan global dan keamanan energi.
Sejumlah manuver diplomatik dilakukan menjelang voting. Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dilaporkan telah berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas sikap Moskow.
Selain Rusia, pendekatan juga dilakukan terhadap China agar tidak menggunakan hak veto dalam pemungutan suara tersebut.
Voting ini berlangsung di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghantam wilayah Iran, memicu respons keras dari Islamic Revolutionary Guard Corps.
Kelompok tersebut bahkan mengklaim telah melancarkan serangan terhadap infrastruktur milik perusahaan teknologi AS di kawasan Teluk.
Situasi semakin kompleks dengan keterlibatan kelompok Houthi yang didukung Iran, yang disebut meluncurkan rudal ke wilayah Israel.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran global akan lonjakan harga energi, mengingat peran strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia.
Keputusan Dewan Keamanan PBB dalam voting ini diperkirakan akan menjadi penentu arah stabilitas keamanan dan ekonomi global. Dunia kini menanti apakah jalur vital tersebut akan dijaga melalui kekuatan militer atau melalui jalur diplomasi. (Mun)
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
DUNIA06/08/2026 21:00 WIBRudal Rusia Tewaskan Belasan Orang di Kyiv
-
DUNIA06/08/2026 18:00 WIBNetanyahu: Serang Iran Tak Butuh Restu Washington
-
EKBIS06/08/2026 20:00 WIBAirlangga Pastikan Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026
-
NUSANTARA06/08/2026 22:00 WIBBocah 11 Tahun di Jambi Tewas Diterkam Buaya Ganas
-
RAGAM07/08/2026 01:05 WIBSJA Textile Hadirkan Strategic Fabric Partner, Bantu Brand Fashion dari Awal Produksi
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini
-
NASIONAL07/08/2026 06:00 WIBAmnesty Desak MBG Dihentikan Usai Dugaan Keracunan Massal