DUNIA
4 Kapal Tanker Meledak Terkena Ranjau Laut di Selat Hormuz
AKTUALITAS.ID – Situasi keamanan di Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia setelah empat kapal tanker dilaporkan mengalami ledakan dan terbakar akibat insiden ranjau laut di salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan energi global.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan tiga kapal tanker meledak dan terbakar setelah menabrak ranjau saat melintasi jalur selatan Selat Hormuz yang menurut Iran tidak diizinkan untuk dilalui.
Menurut keterangan IRGC, kapal-kapal tersebut disebut mematikan sistem radar serta perangkat navigasi mereka dan tidak mengindahkan peringatan yang telah diberikan oleh angkatan laut Iran sebelum insiden terjadi.
Hingga kini belum diketahui identitas kapal maupun negara asal operator kapal-kapal tersebut. Waktu pasti terjadinya insiden juga belum diungkap secara rinci.
Ketegangan semakin meningkat setelah pada Kamis (29/10/2026), satu kapal lainnya dilaporkan mengalami kebakaran akibat menghantam ranjau saat beroperasi di area yang disebut sebagai zona berbahaya di bagian timur Selat Hormuz.
Dengan demikian, sedikitnya empat kapal dilaporkan mengalami insiden serius yang melibatkan ledakan dan kebakaran dalam kawasan perairan yang selama ini menjadi pusat perhatian dunia.
Peristiwa ini terjadi hanya sehari setelah Amerika Serikat mengeklaim telah membersihkan jalur-jalur utama pelayaran di Selat Hormuz guna menjamin keamanan navigasi internasional.
Pernyataan Washington sebelumnya merupakan respons atas berbagai laporan dari Iran yang menyebut sejumlah kapal telah menghantam ranjau dalam beberapa pekan terakhir di kawasan tersebut.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada Kamis malam mengonfirmasi menerima laporan terkait sebuah kapal yang terbakar di wilayah timur laut Khasab, Oman.
Tak hanya itu, UKMTO juga mencatat dua insiden lain yang menambah daftar panjang gangguan keamanan di kawasan tersebut. Salah satunya melibatkan kapal tradisional yang terbakar dan tenggelam, sementara insiden lainnya menyangkut kapal tanker yang terkena proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz.
Rangkaian kejadian ini semakin menguatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap stabilitas jalur pelayaran yang selama ini menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.
Selat Hormuz merupakan salah satu chokepoint energi terpenting di dunia. Gangguan keamanan sekecil apa pun di kawasan ini berpotensi memengaruhi distribusi minyak global serta meningkatkan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Di tengah meningkatnya aktivitas militer regional dan ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat beserta sekutunya, insiden ledakan dan kebakaran tanker di Selat Hormuz diperkirakan akan memperbesar perhatian dunia terhadap keamanan pelayaran internasional dalam beberapa pekan mendatang. (Mun)
-
EKBIS30/10/2026 17:00 WIBDolar Tembus Rp 22.000? Hashim Warnai Bencana Besar Ekonomi RI
-
RIAU30/10/2026 15:30 WIBSaat Polisi dan Siswa Pertanian Bersatu Melawan Kerusakan Lingkungan
-
EKBIS30/10/2026 16:00 WIBEddy Dorong Sinergi Danantara-Jepang untuk Infrastruktur Listrik
-
POLITIK30/10/2026 19:00 WIBMK Tolak Gugatan Syarat Ijazah Capres
-
POLITIK30/10/2026 20:00 WIBDenny Bongkar Komunikasi Rahasia dengan Elite PDIP Bahas Gibran
-
NASIONAL30/10/2026 22:00 WIBBNPB: 2.236 Bencana Sepanjang 2026
-
NUSANTARA30/10/2026 23:00 WIBPesta Miras di Cirebin Renggut 3 Nyawa
-
POLITIK31/10/2026 06:00 WIBBawa-bawa Putusan MK, PKS dan PDIP Resmi Duet ‘Lawan’ Gibran