DUNIA
WHO Kirim Pasokan Medis Banjir Pakistan, Jumlah Tewas Tembus 670 Orang
AKTUALITAS.ID – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengirimkan pasokan medis darurat untuk membantu ribuan korban banjir besar yang melanda Pakistan dalam beberapa pekan terakhir.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Senin (18/8/2025) menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Pakistan sekaligus menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung pemerintah setempat.
“WHO mendukung pemerintah untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, dan telah mengirimkan pasokan medis yang cukup untuk merawat 15.000 orang di daerah terdampak banjir,” tulis Tedros melalui platform X.
Bencana banjir yang digambarkan Tedros sebagai “menghancurkan” itu telah menewaskan lebih dari 350 orang hanya dalam empat hari terakhir di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut. Tim penyelamat yang dibantu pasukan militer dan relawan lokal masih terus menggali puing-puing desa yang tersapu arus deras bersama jembatan dan infrastruktur vital lainnya.
Sejak musim hujan pertama melanda pada 26 Juni lalu, korban jiwa akibat banjir di Pakistan kini telah mencapai sedikitnya 670 orang. Ribuan warga lainnya kehilangan tempat tinggal dan sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan. (DIN)
-
JABODETABEK29/01/2026 12:30 WIBInfo Terkini Banjir Jakarta Siang Ini: Daftar RT dan Jalan Terdampak
-
POLITIK29/01/2026 10:00 WIBIstana Pastikan Tidak Ada Reshuffle Kabinet dalam Waktu Dekat
-
JABODETABEK29/01/2026 10:30 WIBBekasi Dikepung Banjir! Cek Daftar Titik Genangan di Pondok Gede hingga Bekasi Utara
-
JABODETABEK29/01/2026 08:30 WIBLuapan Ciliwung Bikin Jakarta Timur Banjir 150 CM, Ini Titik Lokasinya
-
EKBIS29/01/2026 11:30 WIBRupiah Melemah 0,32% ke Rp16.775 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
-
OTOTEK29/01/2026 13:30 WIBHP Android Dicuri, Google Perketat Keamanan dengan Fitur Anti-Maling Terbaru
-
EKBIS29/01/2026 09:30 WIBIHSG Ambruk 8% ke Level 7.654, BEI Hentikan Sementara Perdagangan Pagi Ini
-
JABODETABEK29/01/2026 15:30 WIBWaspada Hujan Panjang, Pemprov DKI Putuskan PJJ dan WFH Lanjut hingga 1 Februari