DUNIA
Ketegangan Meningkat, Iran Blokir Internet Usai Protes Ekonomi Tewaskan Puluhan Orang
AKTUALITAS.ID – Akses internet dan jaringan telepon seluler dilaporkan lumpuh di seluruh Iran sejak Kamis (8/1/2026). Sejumlah pemantau independen menyebut gangguan tersebut terjadi secara nasional, di tengah meningkatnya ketegangan sosial akibat gelombang aksi protes yang melanda negara tersebut.
Kelompok pemantau internet berbasis di London, NetBlocks, menyatakan bahwa data pemantauan langsung menunjukkan Iran sedang mengalami pemadaman internet skala nasional. Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform X.
“Metrik waktu nyata menunjukkan Iran kini berada di tengah pemadaman internet di seluruh negeri,” tulis NetBlocks, dikutip dari TRT World, Jumat (9/1/2026).
Sejumlah laporan media internasional juga menyebutkan bahwa layanan telepon seluler ikut terganggu tidak lama setelah akses internet terputus di berbagai wilayah Iran. Hingga saat ini, otoritas Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab, durasi, maupun cakupan gangguan jaringan tersebut.
Pemadaman internet ini terjadi di tengah gelombang aksi protes yang pecah sejak akhir Desember 2025, dipicu oleh melemahnya nilai tukar rial Iran serta tekanan ekonomi yang terus memburuk. Demonstrasi pertama kali dilaporkan terjadi pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, sebelum menyebar ke sejumlah kota lain di berbagai penjuru negara.
Sebuah kelompok pemantau hak asasi manusia yang berfokus pada Iran melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat rangkaian protes meningkat menjadi 38 orang. Sementara itu, organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat juga menyebut adanya korban jiwa di kalangan demonstran.
Namun demikian, pemerintah Iran belum mengonfirmasi secara resmi angka korban tewas maupun jumlah warga yang mengalami luka-luka selama aksi unjuk rasa berlangsung.
Di tengah situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu (8/1/2026) mengecam apa yang disebutnya sebagai “campur tangan Amerika Serikat dalam urusan dalam negeri Iran”. Pernyataan tersebut dirilis melalui situs resmi kementerian.
Teheran menuding Washington memiliki “permusuhan terhadap rakyat Iran” dan mengkritik sikap serta kebijakan Amerika Serikat yang dinilai menyesatkan terkait dinamika politik dan sosial di negara tersebut.
Pemadaman internet di Iran kerap menjadi sorotan internasional karena dinilai berdampak luas terhadap kebebasan informasi, komunikasi publik, dan pemantauan situasi keamanan, terutama saat terjadi gejolak politik dan sosial. (Mun)
-
FOTO04/03/2026 09:47 WIBFOTO: Prabowo Ajak Diskusi Mantan Presiden dan Wapres Bahas Permasalahan Bangsa
-
NASIONAL05/03/2026 00:02 WIBKasus Kosmetik Ilegal Mengandung Merkuri dan Hidrokuinon Dibongkar Polisi
-
NASIONAL04/03/2026 11:00 WIBKPK Telusuri Dugaan Setoran Rokok ke Oknum Bea Cukai
-
DUNIA04/03/2026 23:30 WIBSpanyol: AS Tida Beritahu Sekutunya Soal Serangan ke Iran
-
POLITIK04/03/2026 06:00 WIBMegawati Pilih Hadiri Acara Internal PDIP di Bali
-
OLAHRAGA04/03/2026 17:30 WIBFajar/Fikri Melaju ke Babak Kedua All England 2026
-
RAGAM04/03/2026 18:00 WIBGangguan Bicara pada Anak Bisa Jadi Penanda Masalah Pendengaran
-
EKBIS04/03/2026 10:30 WIBRupiah Kritis! Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS Pagi Ini