Connect with us

NUSANTARA

20 Titik Jalur Rawan Bencana Saat Mudik Mulai Dipetakan BPBD Cianjur

Aktualitas.id -

Bundaran Tugu Lampu Gentur, By Pass-Cianjur, Jawa Barat, jalur mudik utama yang padat dilalui kendaraan saat musim mudik lebaran dengan berbagai tujuan kabupaten/kota. AKTUALITAS.ID/Goeh Wndh

AKTUALITAS.ID – Kesiapsiagaan dan kewaspadaan wajib ditingkatkan masyarakat terutama pemudik dengan tujuan mudik ke berbagai wilayah di selatan Cianjur karena hujan deras diperkirakan masih turun hingga beberapa pekan ke depan sehingga dapat memicu terjadi bencana alam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memetakan 20 titik jalur rawan bencana yang harus diwaspadai pengendara saat melintas terutama pemudik mulai dari wilayah utara hingga selatan Cianjur.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat, mengatakan puluhan titik tersebar mulai dari kawasan Puncak-Cipanas hingga Cugenang dan sebagian besar di jalur utama wilayah selatan mulai dari Kecamatan Campaka hingga Naringgul.

Puluhan titik rawan bencana longsor dan pergeseran tanah terdapat di Kecamatan Campaka, Campakamulya, Sukanagara, Cijati, Leles dan Takokak, sehingga masyarakat termasuk pemudik diminta tetap siaga dan waspada saat melintas.

“Informasi BMKG cuaca ekstrem masih melanda Cianjur sampai April 2026, sehingga saat musim mudik lebaran kami memetakan sejumlah wilayah yang harus diwaspadai pemudik mulai dari utara hingga selatan,” katanya di Cianjur, Selasa (3/3/2026).

Pihaknya menyiagakan seluruh petugas dan 360 relawan di seluruh kecamatan dan desa, guna melakukan pengawasan dan pelaporan serta melakukan langkah cepat termasuk melakukan evakuasi warga ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.

Termasuk melakukan koordinasi dengan dinas terkait termasuk di provinsi dan pusat guna menyiagakan alat berat di sejumlah titik rawan mulai dari kawasan Puncak-Cianjur, Sukanagara, Sindangbarang, dan Naringgul, guna penanganan cepat ketika terjadi bencana.

“Kami sudah meminta dinas terkait hingga kementerian untuk menyiagakan alat berat di sejumlah titik rawan longsor di sepanjang jalur mudik Cianjur, sehingga penanganan cepat dapat dilakukan ketika terjadi bencana,” katanya.

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi, mengatakan sudah menginstruksikan seluruh jajaran Polsek guna berkoordinasi dengan Basarnas dan BPBD Cianjur, dalam pengawasan dan penanganan cepat ketika terjadi bencana alam di jalur mudik.

Pihaknya mencatat terdapat 20 titik wilayah rawan longsor di sepanjang jalur mudik Cianjur mulai dari utara hingga selatan, sehingga perlu penanganan cepat terutama ketika longsor menutup landasan jalan.

“Kami mengimbau pemudik yang melintas Cianjur untuk tetap waspada saat melintasi jalur rawan bencana di sepanjang jalur mudik Cianjur, ketika hujan turun deras lebih baik berhenti di tempat aman sebelum melanjutkan perjalanan,” katanya.

(Yan Kusuma/goeh)

TRENDING

Exit mobile version