DUNIA
AS Diperingatkan untuk Tidak Menyerang Iran
AKTUALITAS.ID – Iran telah diguncang gelombang protes sejak bulan lalu, yang bermula pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran. Aksi tersebut dipicu anjloknya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi, sebelum kemudian menyebar ke sejumlah kota lain.
Pemerintah Iran menuduh AS dan Israel berada di balik apa yang mereka sebut sebagai “kerusuhan” dan “aksi terorisme.”
Negara-negara Arab yang berbatasan dengan Teluk Persia mendesak Amerika Serikat (AS) agar tidak melancarkan serangan militer terhadap Iran.
Mereka memperingatkan langkah tersebut berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi dan politik di kawasan, demikian laporan sejumlah media, Selasa (13/1/2026) waktu setempat.
Arab Saudi, bersama Oman dan Qatar, disebut telah melakukan lobi secara tertutup kepada pemerintahan Presiden Donald Trump setelah Gedung Putih memperingatkan mereka untuk bersiap menghadapi kemungkinan tindakan terhadap Teheran. Informasi itu dilaporkan The Wall Street Journal.
Meski negara-negara tersebut memilih diam di ruang publik ketika Iran terus dilanda gelombang protes besar-besaran, mereka disebut aktif menekan para pejabat AS di balik layar agar mempertimbangkan ulang opsi militer.
Pejabat Teluk Arab menilai upaya militer apa pun untuk menggulingkan pemerintahan Iran dapat mengganggu secara serius pengiriman minyak global melalui Selat Hormuz. Jalur laut strategis itu dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Mereka juga khawatir terhadap dampak yang akan terjadi di dalam negeri, kerugian ekonomi, serta potensi aksi balasan jika pasukan AS bertindak.
Pejabat Arab Saudi dilaporkan telah menyampaikan kepada Teheran bahwa kerajaan itu tidak akan terlibat dalam konflik apa pun maupun mengizinkan penggunaan wilayah udaranya oleh AS. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menjaga jarak dari konfrontasi langsung.
“Presiden mendengarkan berbagai pandangan dalam setiap isu, tetapi pada akhirnya ia mengambil keputusan yang menurutnya paling tepat,” ujar seorang pejabat Gedung Putih.
Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan final. Namun, pada Selasa ia menulis di media sosial, “Bantuan Sedang Menuju ke Sana,” sambil menyerukan para demonstran Iran agar tetap bertahan.
Para pemimpin Teluk menyatakan kekhawatiran atas ketidakpastian situasi Iran pasca-Ayatollah Ali Khamenei, termasuk kemungkinan pergeseran kekuasaan ke Korps Garda Revolusi Islam atau timbulnya kekacauan regional.
“Mereka tidak memiliki simpati terhadap rezim Iran,” kata mantan Duta Besar AS Michael Ratney, “namun mereka juga sangat menghindari ketidakstabilan.”
Arab Saudi, yang tengah fokus menjalankan program Visi 2030 untuk mendiversifikasi perekonomian, memandang stabilitas kawasan sebagai hal yang krusial. Sejumlah analis menilai, hasil yang paling diinginkan negara-negara Teluk adalah reformasi domestik di Iran, bukan runtuhnya pemerintahan.
(Yan Kusuma/goeh)
-
POLITIK27/01/2026 17:30 WIB9 Nama Disetujui Jadi Anggota Ombudsman 2026-2031, Dalam Rapat Paripurna DPR RI
-
POLITIK28/01/2026 11:00 WIBDPP Prima: Ambang Batas 0 Persen Wujud Nyata Demokrasi Pancasila
-
NUSANTARA27/01/2026 18:30 WIBPenyeludupan 70 Ton Daging Beku dari Singapura Berhasil Digagalkan
-
RAGAM27/01/2026 19:00 WIBTom Cruise Kembali ke AS Usai Beberapa Tahun Tinggal di Inggris
-
NASIONAL27/01/2026 18:00 WIBAwas! Jangan Coba-coba Konsumsi Gas Tertawa “Whip Pink”
-
EKBIS28/01/2026 09:30 WIBIHSG Jatuh 6,8% Setelah MSCI Bekukan Kenaikan Bobot Saham Indonesia
-
JABODETABEK27/01/2026 20:00 WIBPeredaran 27 Kg Sabu dan 5.000 Happy Five Berhasil Diungkap
-
RIAU27/01/2026 20:17 WIBPolda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan