Connect with us

DUNIA

Greenland: Kami Tidak Ingin Diperintah oleh AS

Aktualitas.id -

PM Greenland Jens Frederik Nielsen. (Wikimedia Commons/European Parliament)

AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri (PM) Greenland, Jens-Frederik Nielsen, secara tegas menyatakan bahwa Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat (AS) dan memilih untuk tetap berada dalam Kerajaan Denmark. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya tekanan geopolitik dan pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump terkait masa depan wilayah strategis di kawasan Arktik tersebut.

Seperti dilansir AFP, Rabu (14/1/2026), Nielsen menyampaikan sikap resmi pemerintah Greenland menjelang pembicaraan penting di Gedung Putih mengenai posisi dan masa depan pulau kaya sumber daya itu, yang selama beberapa tahun terakhir kerap menjadi sorotan Washington.

Trump diketahui telah berulang kali melontarkan gagasan untuk membeli atau mencaplok Greenland. Bahkan, dalam pernyataan terbarunya, Trump meningkatkan tensi dengan menyebut Amerika Serikat akan mengambil alih Greenland “dengan cara apa pun.”

“Kami sekarang menghadapi krisis geopolitik, dan jika kita harus memilih antara Amerika Serikat dan Denmark di sini dan sekarang, kami memilih Denmark,” kata Nielsen dalam konferensi pers pada Selasa (13/1) waktu setempat.

Nielsen menegaskan sikap tersebut tanpa ambiguitas, sekaligus membantah spekulasi soal kemungkinan Greenland bergabung dengan AS.

“Satu hal harus jelas bagi semua pihak: Greenland tidak ingin dimiliki oleh Amerika Serikat. Greenland tidak ingin diperintah oleh Amerika Serikat. Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat,” tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan Nielsen dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen. Dalam kesempatan yang sama, Frederiksen mengakui situasi yang dihadapi Denmark dan Greenland saat ini tidaklah mudah.

Ia mengecam apa yang disebutnya sebagai “tekanan yang sama sekali tidak dapat diterima dari sekutu terdekat kami”, merujuk pada sikap Amerika Serikat.

“Tidak mudah menghadapi tekanan seperti ini. Namun, ada banyak indikasi bahwa bagian paling menantang masih ada di depan kita,” ujar Frederiksen.

Greenland merupakan wilayah otonomi Denmark yang memiliki posisi strategis di Arktik, baik dari sisi geopolitik maupun sumber daya alam. Sikap tegas pemerintah Greenland dan Denmark ini menegaskan penolakan terhadap upaya campur tangan eksternal, sekaligus menandai babak baru ketegangan diplomatik antara AS, Denmark, dan Greenland. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version