Connect with us

DUNIA

Trump: Saya Tidak Buat Salah dengan Unggahan Meme Obama Jadi Kera

Aktualitas.id -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak meminta maaf, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak meminta maaf setelah mengunggah video yang menggambarkan Presiden AS ke-44 Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, sebagai kera di hutan. Unggahan tersebut menuai kecaman luas dan dinilai bernuansa rasis, termasuk dari internal Partai Republik.

Video tersebut sempat diunggah di akun media sosial Truth Social milik Trump pada Kamis (5/2/2026) sebelum akhirnya dihapus. Rekaman itu langsung memicu gelombang kritik dari publik dan politisi lintas partai.

“Tidak. Saya tidak buat salah,” kata Trump pada Jumat (6/2/2026) saat ditanya apakah ia akan meminta maaf kepada Obama, seperti dikutip dari CNN.

Ketika ditanya lebih lanjut soal tudingan rasisme, Trump menegaskan dirinya mengecam video tersebut dan mengklaim sebagai presiden paling tidak rasis.

“Saya adalah presiden yang paling tidak rasis yang pernah Anda miliki dalam waktu yang lama,” ujar Trump.

Trump juga menepis anggapan bahwa insiden ini akan menggerus elektabilitas Partai Republik di kalangan pemilih kulit hitam pada pemilu mendatang.

Dalam keterangannya kepada awak media, Trump mengaku hanya melihat bagian awal video tersebut dan menyerahkan pengelolaannya kepada staf.

“Saya melihat bagian awalnya. Baik-baik saja. Itu adalah unggahan yang kuat terkait kecurangan pemilu,” kata Trump.

Unggahan tersebut mendapat kecaman keras, termasuk dari Tim Scott, satu-satunya senator Partai Republik berkulit hitam. Scott menyebut video tersebut sebagai tindakan rasis dan mendesak Trump segera menghapusnya.

“Saya berharap itu palsu karena itu adalah hal paling rasis yang pernah saya lihat dari Gedung Putih ini. Presiden harus menghapusnya,” tulis Scott melalui akun X.

Keesokan harinya, Scott dilaporkan berbicara langsung dengan Trump untuk membahas unggahan tersebut. Seorang anggota Senat menyebut Gedung Putih bergerak cepat menghapus video itu karena memicu kegaduhan di internal pemerintahan.

“Seorang staf Gedung Putih secara keliru membuat unggahan tersebut. Unggahan itu telah dihapus,” ujar anggota Senat tersebut.

Sementara itu, penasihat Gedung Putih menyalahkan kelalaian staf yang dianggap teledor mengunggah video tersebut.

“Presiden tidak mengetahui video itu dan sangat kecewa terhadap staf yang menyebarkannya,” kata penasihat tersebut.

Sumber yang memahami pengelolaan media sosial Trump mengatakan bahwa Trump kerap mengunggah konten secara pribadi di Truth Social, terutama pada malam hingga dini hari. Ia juga sering membagikan ulang unggahan pihak lain.

Pada siang hari, Trump biasanya menandai unggahan dengan inisial “DJT” untuk menunjukkan bahwa postingan tersebut dibuat langsung olehnya. Namun, sumber itu juga menyebut beberapa ajudan dekat, termasuk Natalie Harp, terkadang mengetik unggahan yang didiktekan Trump. Selain itu, Dan Scavino, mantan wakil kepala staf Trump, juga masih memiliki akses ke akun media sosialnya. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version