Connect with us

DUNIA

Iran Ancam Serang Kapal AS-Israel di Selat Hormuz

Aktualitas.id -

Iran Ancam Serang Kapal AS-Israel di Selat Hormuz, ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di kawasan Teluk Persia semakin meningkat setelah militer Iran menegaskan tidak akan mengizinkan minyak milik Amerika Serikat maupun Israel melintas melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.

Komando operasional militer Iran, Khatam Al-Anbiya, menyatakan kapal mana pun yang membawa minyak milik AS, Israel, atau sekutu mereka akan dianggap sebagai target yang sah untuk diserang.

“Setiap kapal yang muatan minyaknya atau kapal itu sendiri milik Amerika Serikat, rezim Zionis, atau sekutu mereka akan dianggap sebagai sasaran yang sah,” demikian pernyataan militer Iran yang dikutip dari laporan Agence France-Presse.

Dalam pernyataan tersebut, Iran juga menegaskan bahwa angkatan bersenjatanya tidak akan membiarkan “satu liter pun minyak” milik AS dan Israel melewati Selat Hormuz.

Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Iran juga mengeluarkan syarat bagi negara-negara yang ingin kapal tanker minyaknya melintas dengan aman di jalur perairan strategis tersebut.

Menurut laporan media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), IRGC menyatakan kapal tanker dapat melintas dengan aman apabila negara-negara tersebut memutus hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan Israel.

IRGC bahkan menyebut negara-negara Arab dan Eropa memiliki “hak penuh” untuk menggunakan jalur pelayaran tersebut apabila tidak lagi menjalin hubungan diplomatik dengan kedua negara tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh CNN.

Ancaman Iran tersebut membuat banyak kapal tanker dari berbagai negara menunda perjalanan mereka melalui Selat Hormuz. IRGC memperingatkan bahwa kapal yang nekat melintas dapat menjadi sasaran serangan, kecuali kapal dari negara sekutu Iran seperti China dan Rusia.

Penutupan Selat Hormuz dan meningkatnya eskalasi konflik di kawasan itu juga berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak hingga mencapai sekitar US$119 per barel, level tertinggi sejak Juli 2022.

Selain itu, Iran juga dikabarkan sedang mempertimbangkan kebijakan untuk mengenakan “bea masuk keamanan” bagi kapal tanker dan kapal komersial milik AS, Israel, serta sekutunya yang beroperasi di kawasan Teluk Persia.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran sempit dengan lebar sekitar 33 kilometer yang menjadi rute vital bagi distribusi energi dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak mentah global serta pengiriman gas alam cair (LNG) melewati jalur tersebut setiap hari.

Ketegangan di wilayah ini meningkat setelah Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Kondisi tersebut kini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global dan keamanan jalur perdagangan internasional. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version