Connect with us

DUNIA

Kedubes AS di Baghdad Diserang Tiga Drone

Aktualitas.id -

Photo file: Misi permanen Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu (26/10/2024) menuduh Amerika Serikat (AS) terlibat dalam serangan udara Israel baru-baru ini terhadap situs militer Iran. (Anadolu).

AKTUALITAS.ID – Sebuah kebakaran terjadi di dekat kompleks Kedubes AS di Baghdad setelah diserang tiga drone dengan bahan peledak, ungkap laporan wartawan Anadolu di lokasi.

Penyerangan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad merupakan “serangan teror” terhadap kedaulatan Irak, kata pemerintah Irak yang mengecam keras serangan tersebut.

Dalam pernyataan biro media Perdana Menteri Mohammad Shia Al-Sudani melalui media sosial X, pemerintah Irak menyatakan kelompok terlarang telah melancarkan serangan ke Kedubes AS di Baghdad.

Al-Sudani yang sekaligus merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata, telah memerintahkan dinas keamanan dan otoritas terkait untuk menindak setiap pihak yang bertanggung jawab dalam serangan itu.

Pernyataan itu menegaskan bahwa serangan terhadap misi diplomatik merupakan pelanggaran berat kesepakatan internasional dan hubungan antarnegara.

Peristiwa tersebut juga dianggap dapat membuat Irak berada pada posisi sulit di hadapan komunitas internasional, menurut pernyataan PM Irak.

Sistem pertahanan udara Kedubes AS berhasil mencegat dan menghancurkan dua drone, sementara drone ketiga mengenai tembok kompleks Kedubes, sehingga menyebabkan kebakaran di area sekitarnya.

Pemerintah Irak menegaskan tidak akan menoleransi pihak manapun yang mencoba mengganggu keamanan di Baghdad atau kota lain di Irak atau yang menggunakan persenjataan secara tidak sah.

Peristiwa tersebut terjadi seiring berlanjutnya serangan gabungan AS-Israel ke Iran sejak 28 Februari yang menyebabkan tewasnya lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan dunia.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING

Exit mobile version