Connect with us

EKBIS

Dolar AS Bangkit, Rupiah Tergelincir di Pembukaan Selasa

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan pagi ini, Selasa (19/8/2025). Rupiah tertekan seiring pergerakan dolar AS yang berbalik arah menguat di tengah sorotan geopolitik dan agenda penting bank sentral AS.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.05 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp16.227,5 per USD, melemah 29,5 poin atau 0,18% dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.198 per USD.

Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah berada di posisi Rp16.157 per USD, melemah tipis dua poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp16.155 per USD.

Kenaikan dolar AS dipicu sentimen global, terutama terkait konflik Ukraina serta dinamika kebijakan moneter AS. Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, tercatat naik 0,2% ke posisi 97,890 setelah sempat melemah 0,4% pada pekan lalu.

Penguatan ini terjadi menjelang simposium Jackson Hole yang akan digelar oleh Federal Reserve. Pasar menunggu sinyal arah kebijakan suku bunga dan strategi moneter AS ke depan.

Dari sisi geopolitik, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin akhir pekan lalu gagal menghasilkan gencatan senjata di Ukraina. Kini perhatian dunia tertuju pada pertemuan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Washington, didampingi sejumlah pemimpin Eropa. Tekanan diplomatik diperkirakan meningkat, terutama terkait rencana penyelesaian konflik yang disebut-sebut bisa merugikan Ukraina.

Melemahnya rupiah di awal pekan ini menunjukkan masih kuatnya pengaruh faktor eksternal terhadap pasar keuangan domestik. Analis menilai rupiah berpotensi bergerak fluktuatif sepanjang pekan, menanti arah kebijakan The Fed sekaligus perkembangan negosiasi geopolitik di Eropa Timur. (Yoke Firmansyah/Mun)

TRENDING

Exit mobile version