EKBIS
IHSG dan LQ45 Menguat, Sentimen Positif Domestik Mengatasi Pelemahan Global
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 28,82 poin atau 0,34 persen ke level 8.577,61 pada Selasa (2/12/2025) pagi. Indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 4,36 poin atau 0,51 persen ke posisi 855,50.
Kenaikan IHSG dan LQ45 ini menandakan sentimen positif di pasar saham Indonesia. Meskipun bursa global tidak seragam, sentimen pasar domestik masih cukup solid. Bursa Amerika Serikat kompak melemah pada perdagangan sebelumnya, namun pelemahan tersebut tidak memberikan tekanan signifikan ke IHSG.
Penguatan IHSG ditopang oleh respons positif pasar pada surplus neraca perdagangan, inflasi yang tetap stabil, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, serta sentimen pemangkasan suku bunga The Fed. Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas, optimisme pasar terhadap probabilitas cut rate The Fed menjadi sentimen pendorong dan berdampak pada kenaikan beberapa komoditas seperti emas, perak, dan tembaga.
IHSG diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan menuju level resistance terdekat di 8.555-8.600. Beberapa saham yang dapat dicermati hari ini adalah PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Buana Listya Tama Tbk (BULL). (Firmansyah/Mun)
-
RIAU02/03/2026 18:00 WIBPolda Riau Lakukan Tes Psikologis terhadap Tersangka Penganiayaan Mahasiswi UIN
-
RAGAM02/03/2026 19:00 WIBYang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Roti
-
RAGAM02/03/2026 23:00 WIBDua Pekan Sebelum Mudik Disarankan Imunisasi Anak Dilengkapi
-
JABODETABEK02/03/2026 18:30 WIBMengaku Kasat Narkoba, Pria Ambil Motor Pengemudi Ojek
-
NASIONAL02/03/2026 19:30 WIBPemasok Sabu ke Koko Erwin, Ko Andre alias “The Doctor” Diburu Polisi
-
PAPUA TENGAH02/03/2026 19:45 WIBMeresahkan, Sat Lantas Polres Mimika Bentuk Tim Khusus Sikat Balap Liar
-
DUNIA02/03/2026 21:30 WIBAmerika Serikat dan Israel Membombardir Lebih dari 2000 Lokasi di Iran
-
EKBIS02/03/2026 20:00 WIBMentan: Hadapi Lebaran, Bahan Kebutuhan Pokok Nasional Surplus