Connect with us

EKBIS

Kementerian ESDM: SPBU Swasta Harus Beli Solar dari Pertamina Mulai Maret 2026

Aktualitas.id -

SPBU Shell, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta badan usaha pengelola SPBU swasta seperti Shell, bp, dan Vivo untuk segera melakukan negosiasi dengan Pertamina terkait pembelian solar produksi dalam negeri. Langkah ini menyusul kebijakan pemerintah yang akan menghentikan tambahan kuota impor solar mulai Maret 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pihaknya telah menyurati seluruh badan usaha BBM sejak Desember 2025 agar memulai proses negosiasi dengan Pertamina.

“Kami bulan Desember kemarin sudah mengirimkan surat ke seluruh badan usaha untuk melakukan proses negosiasi dengan Pertamina,” ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Laode menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan keputusan pemerintah yang tidak akan memperpanjang tambahan kuota impor solar CN48. Dengan demikian, kebutuhan solar SPBU swasta ke depan akan dipenuhi dari pasokan kilang domestik.

“Maret nanti kami sudah tidak bisa memperpanjang untuk tambahan kuota solar. Jadi dari produksi RDMP Balikpapan itu semua nanti diserap untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” jelasnya.

Pasokan solar dalam negeri tersebut akan bersumber dari Kilang Balikpapan yang baru rampung direvitalisasi melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Kilang ini diharapkan menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan BBM nasional, termasuk untuk SPBU swasta.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menegaskan bahwa pemerintah akan menghentikan impor solar untuk SPBU swasta pada 2026. Menurutnya, apabila masih terdapat kargo solar impor yang masuk pada Januari atau Februari 2026, hal tersebut merupakan sisa kontrak impor tahun 2025.

“Tetapi tahun ini, Kementerian ESDM atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, karena kita punya kilang sudah ada, kita tidak lagi mengeluarkan impor,” ujar Bahlil.

Bahlil menjelaskan, proyek RDMP Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur, meningkatkan kapasitas pengolahan hingga 360.000 barel per hari, atau setara 22–25 persen dari kebutuhan nasional.

Dari sisi ekonomi, RDMP Balikpapan diproyeksikan memperkuat kemandirian energi nasional, dengan potensi penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekitar Rp514 triliun.

Saat ditanya mengenai mekanisme pasokan solar bagi SPBU swasta, Bahlil memastikan pembelian akan dilakukan melalui Pertamina.

“Iya dong, beli solar di Pertamina. Saya ke depan itu bermimpi bahwa RON 92, RON 95, RON 98 itu harus diproduksi di dalam negeri,” tegas Bahlil. (Firmansyah/Mun)

TRENDING

Exit mobile version