Connect with us

EKBIS

Update Logam Mulia Kamis Pagi: Emas Antam Naik Jadi Rp2,67 Juta

Aktualitas.id -

Emas Antam, Dok:aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (15/1/2026) Kenaikan harga emas Antam ini tercatat sebesar Rp10.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya.

Mengutip laman resmi Logam Mulia (Logammulia.com), harga emas Antam yang dijual di Butik Emas Antam hari ini dibanderol Rp2.675.000 per gram. Kenaikan ini memperpanjang tren positif harga emas di tengah dinamika pasar keuangan global.

Sementara itu, harga buyback emas Antam atau harga jual kembali juga ikut naik sebesar Rp8.000. Saat ini, harga buyback emas batangan Antam berada di level Rp2.521.000 per gram.

Perlu diketahui, transaksi penjualan kembali emas batangan ke Antam dikenakan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22, sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan emas dengan nominal di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.

Sementara untuk pembelian emas batangan, dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk pembeli tanpa NPWP. Setiap transaksi pembelian emas batangan Antam disertai dengan bukti potong PPh 22.

Berikut daftar harga emas batangan Antam di Logam Mulia hari ini, Kamis (15/1/2026):

Emas batangan 0,5 gram: Rp1.387.500

Emas batangan 1 gram: Rp2.675.000

Emas batangan 2 gram: Rp5.290.000

Emas batangan 3 gram: Rp7.910.000

Emas batangan 5 gram: Rp13.150.000

Emas batangan 10 gram: Rp26.245.000

Emas batangan 25 gram: Rp65.487.000

Emas batangan 50 gram: Rp130.895.000

Emas batangan 100 gram: Rp261.712.000

Emas batangan 250 gram: Rp654.015.000

Emas batangan 500 gram: Rp1.307.000.000

Emas batangan 1.000 gram: Rp2.615.000.000

Kenaikan harga emas Antam ini kerap menjadi perhatian investor dan masyarakat, mengingat emas masih menjadi salah satu instrumen lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global. (Firmansyah/Mun)

TRENDING

Exit mobile version