Ekstra
Ramalan Imlek 2025: Bisnis yang Diprediksi Menguntungkan di Tahun Ular Kayu
AKTUALITAS.ID – Tahun Baru Imlek 2025 yang jatuh pada Rabu, 29 Januari, menandai pergantian dari Tahun Naga Kayu ke Tahun Ular Kayu.
Dalam budaya Tionghoa, ular sering diasosiasikan dengan kebijaksanaan, intuisi, kreativitas, dan keberuntungan. Tahun ini diprediksi membawa peluang besar bagi sejumlah sektor bisnis.
Menurut Master Feng Shui, Xiang Yi, sektor yang berhubungan dengan aliran dana cepat seperti saham dan sekuritas diperkirakan akan mengalami keuntungan besar pada paruh pertama tahun 2025.
Industri keuangan, termasuk trading, akan mengalami pergerakan yang dinamis, meski di paruh kedua perlu berhati-hati.
Selain itu, karena Tahun Ular Kayu, sektor yang berfokus pada kayu dan produk-produk kayu juga diperkirakan akan berkembang pesat. Sektor properti dan tanah, masih akan menjadi pilihan investasi yang menjanjikan sepanjang tahun ini.
Tak kalah menarik, sektor logam, terutama emas, diperkirakan akan terus mencatatkan perkembangan yang baik di paruh pertama 2025.
Namun, di paruh kedua, situasi global yang tak menentu diprediksi akan membuat pasar emas bertahan dan terus menunjukkan ketahanan dalam menghadapi ketidakpastian.
Dengan ramalan ini, para pelaku bisnis dan investor dapat mempertimbangkan sektor-sektor tersebut untuk memaksimalkan peluang di Tahun Ular Kayu yang penuh tantangan dan potensi keuntungan. (Enal Kaisar)
-
NUSANTARA23/03/2026 06:00 WIBEddy Soeparno: Transisi Energi Penting Hadapi Krisis Global
-
OASE23/03/2026 05:00 WIBSurah Al-‘Alaq Ajarkan Pentingnya Ilmu dan Ibadah
-
NUSANTARA23/03/2026 00:01 WIBJasamarga Terapkan “Contraflow” di Tol Jakarta-Cikampek
-
NUSANTARA23/03/2026 06:30 WIBDua Prajurit Marinir Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB
-
JABODETABEK23/03/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Didominasi Awan Tebal Senin 23 Maret
-
EKBIS23/03/2026 13:00 WIBUltimatum 48 Jam Trump Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
JABODETABEK23/03/2026 07:30 WIB39 Ribu Wisatawan Serbu Ancol Saat Libur Lebaran
-
DUNIA23/03/2026 08:00 WIBDiancam Trump, Iran Siap Hancurkan Fasilitas Energi AS