Connect with us

JABODETABEK

Pantauan Pintu Air Jakarta Pagi Ini: Status Bendung Katulampa 30 CM, Pasar Ikan Waspada

Aktualitas.id -

Ilustrasi pintu air, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kondisi pintu air dan pos pantau banjir Jakarta pada Selasa (10/2/2026) terpantau relatif stabil sejak dini hari hingga pagi. Sejumlah titik utama seperti Bendung Katulampa, Pos Depok, dan Manggarai berada pada status Normal hingga Waspada, namun warga di wilayah rawan banjir tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.

Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 10.00 WIB, Bendung Katulampa tercatat berada di ketinggian 30 cm dengan status Terkendali (T). Kondisi ini menunjukkan aliran Sungai Ciliwung di hulu masih aman dan belum mengancam wilayah hilir Jakarta.

Sementara itu, Pos Depok terpantau stabil di ketinggian 105 cm dengan status Normal–Terkendali (MT). Di sisi hilir, Pintu Air Manggarai BKB mencatat tinggi muka air 660 cm, berada pada status Terkendali, meski sebelumnya sempat berada di level MT pada dini hari.

Di wilayah tengah kota, Pintu Air Karet mencatat ketinggian 300 cm dengan status Normal hingga Terkendali. Adapun Pos Krukut Hulu relatif aman di level 40 cm dan konsisten berstatus Terkendali sepanjang malam hingga pagi hari.

Untuk wilayah selatan dan barat Jakarta, Pos Pesanggrahan terpantau di ketinggian 80 cm dengan status Terkendali–MT, sedangkan Pos Angke Hulu berada di kisaran 60–70 cm dan masih dalam kategori aman.

Sementara itu, Waduk Pluit tercatat di kisaran -185 hingga -190 cm, menandakan kapasitas waduk masih cukup untuk menampung air. Namun, kondisi berbeda terlihat di Pasar Ikan (Laut) yang mencatat pasang laut tertinggi mencapai 215 cm pada pukul 06.00 WIB dengan status MT, sebelum kembali menurun menjelang pagi.

Untuk wilayah timur Jakarta, Pos Cipinang Hulu berada di level 70 cm dengan status Normal, sedangkan Pos Sunter Hulu stabil di 100 cm dengan status Terkendali–MT. Pulo Gadung juga terpantau aman di kisaran 300 cm, meski sempat naik hingga 330 cm pada pukul 01.00 WIB.

Petugas mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah pesisir Jakarta Utara, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir kiriman maupun rob, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi di wilayah hulu. Pemerintah daerah bersama petugas pintu air terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan kondisi tetap terkendali. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version