NASIONAL
Bentuk Nyata Perlindungan Negara untuk Rakyat, 65 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Juli Ini
AKTUALITAS.ID – Pemerintah tak hanya membangun sekolah, tetapi juga membangun harapan. Program Sekolah Rakyat menjadi simbol sinergi kebijakan pendidikan dan bantuan sosial yang tidak hanya melindungi, tetapi juga memberdayakan keluarga miskin untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.
Hal ini mengemuka dalam diskusi publik Double Check bertajuk “Rakyat Dilindungi Negara, Sejauh Mana?” yang digelar oleh Gempita di Galeri Cemara, Sabtu (24/5/2025). Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengungkapkan pengentasan kemiskinan menjadi instruksi utama Presiden Prabowo Subianto sejak awal masa jabatannya.
“Dari 3,1 juta masyarakat miskin ekstrem, targetnya 0,7% harus selesai sebelum 2026. Sementara rakyat miskin sebanyak 8,57% atau 24 juta jiwa harus ditekan menjadi di bawah 5% pada 2029,” kata Wamensos.
Salah satu contoh keberhasilan integrasi program ditunjukkan lewat kisah Naila, seorang anak dari keluarga miskin di Makassar. Rumah berdinding bedek, atap seng, dan tanah bermasalah, tak menghalangi Naila untuk bersekolah. Ia kini masuk Sekolah Rakyat, berkat koordinasi lintas kementerian dan dukungan pemerintah daerah.
“Kita tak hanya sekadar bantu. Kita berdayakan. Keluarga Naila diurus, sekolahnya diurus, bahkan rumahnya juga sedang diselesaikan,” tutur Wamensos.
Menurutnya, Kementerian Sosial kini sedang mentransformasi diri. Tak hanya bekerja di hilir sebagai penyedia bantuan sosial, tetapi juga aktif di hulu, membangun kemandirian keluarga. Dari anggaran Rp75 triliun, sebagian besar dialokasikan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui transfer langsung ke rekening penerima.
Transformasi ini ditopang oleh kehadiran 65 Sekolah Rakyat yang akan beroperasi mulai Juli 2025 dan ditargetkan menjadi 100 sekolah hingga akhir tahun. Lokasi sekolah memanfaatkan aset yang dikelola Kemensos, dengan dukungan pemda untuk penyediaan lahan bebas sengketa, jalan, air, dan listrik.
Deputi I Kantor Komunikasi Kepresidenan Isra Ramli menegaskan program pemerintah tidak bersifat sektoral atau elitis, melainkan universal dan terintegrasi. “Kita tak lagi bicara ideologi, tapi bicara solusi. Program Sekolah Rakyat ini punya ekosistem yang akan menjadi multiplier effect,” jelasnya.
Dengan pendekatan yang menyatukan perlindungan, pendidikan, dan pemberdayaan, Sekolah Rakyat bukan sekadar ruang belajar. Ia menjadi jembatan masa depan bagi anak-anak seperti Naila dan bagi jutaan keluarga Indonesia untuk keluar dari kemiskinan secara bermartabat. (Ari Wibowo/Mun)
-
PAPUA TENGAH05/04/2026 17:30 WIBKebakaran di Kilometer 9 Timika Hanguskan Dua Rumah dan Kandang Ternak
-
RIAU05/04/2026 17:00 WIBPolda Riau Bongkar Jaringan Mafia BBM Subsidi, Sita Lebih 10 Ribu Liter Solar
-
RAGAM05/04/2026 19:30 WIBWaspadai 6 Bahan “Red Flag” yang Tersembunyi Dalam Makanan Kudapan
-
RIAU05/04/2026 23:00 WIBPolres Pelalawan Ungkap Kasus Karhutla, Penegakan Hukum Diperkuat untuk Efek Jera
-
EKBIS05/04/2026 20:30 WIBStok Beras Sulsel Melonjak, Tembus 761 Ribu Ton
-
NASIONAL05/04/2026 20:00 WIBKemenag Ajukan Tambahan Anggaran Rp24,8 T
-
OLAHRAGA05/04/2026 18:30 WIBLolos Semifinal Kejuaraan ASEAN 2026,Jadi Target Timnas Futsal Indonesia
-
OTOTEK05/04/2026 16:30 WIBAda Masalah Pada Bullbar, Toyota Recall HiLux 2025–2026