NASIONAL
Sahroni Ultimatum Ormas: Ganti Seragam Mirip Aparat atau SK Dicabut
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, melontarkan desakan keras terhadap organisasi masyarakat (ormas) yang masih menggunakan atribut menyerupai seragam TNI, Polri, maupun Kejaksaan. Ia mendukung penuh langkah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang kini bersikap tegas terhadap praktik yang dinilainya meresahkan publik.
“Seminggu lalu saya sudah ingatkan, tak boleh ada ormas yang memakai seragam mirip aparat, apalagi TNI/Polri. Kalau sekarang Kemendagri sudah tegas melarang, tentu saya sangat setuju,” tegas Sahroni dalam keterangannya, Jumat (20/6/2025).
Menurut Sahroni, atribut ala militeristik itu seringkali membuat sejumlah ormas tampil “sok jagoan” di ruang publik, bahkan terkesan seperti memiliki kewenangan hukum. Hal itu, kata dia, justru menimbulkan kekhawatiran masyarakat dan bisa merusak wibawa aparat resmi negara.
“Sudah lama praktik ini meresahkan. Mereka bukan aparat negara, tapi datang ke masyarakat pakai seragam loreng-loreng lengkap, seolah punya wewenang seperti polisi atau tentara. Harus dihentikan,” katanya.
Politisi NasDem itu juga meminta Kemendagri menetapkan batas waktu, misalnya 30 hari, agar ormas mengganti seragam mereka. Jika tak dipatuhi, maka pencabutan Surat Keterangan (SK) organisasi harus dilakukan.
“UU-nya sudah jelas. Kasih waktu ganti seragam. Kalau tetap ngeyel, SK-nya cabut saja. Enggak peduli besar atau kecil ormasnya. Negara harus tegas,” lanjut Sahroni.
Sikap tegas ini sejalan dengan aturan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Dalam Pasal 59 ayat (1), ditegaskan ormas dilarang menggunakan atribut yang sama atau menyerupai lembaga pemerintahan, termasuk aparat TNI dan Polri.
Bila dilanggar, sanksi administratif pun menanti, mulai dari peringatan tertulis, penghentian kegiatan, hingga pencabutan status hukum organisasi sebagaimana tercantum dalam Pasal 61 UU tersebut.
Kemendagri pun kini mempersilakan para kepala daerah untuk menertibkan ormas yang melanggar, bahkan membubarkan jika perlu. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga ketertiban, kewibawaan institusi resmi, dan menghindari penyalahgunaan simbol negara oleh kelompok non-negara. (Ari Wibowo/Mun)
-
FOTO02/04/2026 07:50 WIBFOTO: Suasana Gedung DPR saat Efisiensi Energi
-
JABODETABEK01/04/2026 22:00 WIBPMJ: Kasus Andrie Yunus Telah Dilimpahkan ke TNI
-
NASIONAL02/04/2026 06:00 WIBEks Menhub BKS Bantah Peras Kontraktor Rp5,5 Miliar Demi Kampanye
-
NUSANTARA01/04/2026 21:00 WIBTNI dan Bulog Bersinergi, Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya
-
DUNIA01/04/2026 23:00 WIBOperasi Militer Israel di Lebanon, Kanada: Invasi Ilegal
-
PAPUA TENGAH02/04/2026 11:15 WIBKurang dari 12 Jam, Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pencurian di Hotel 66
-
OLAHRAGA01/04/2026 23:30 WIBGT World Challenge Asia, Mandalika Libatkan 200 Marshal Lokal
-
NASIONAL02/04/2026 11:00 WIBSahroni Sebut Kasus Air Keras ke Puspom TNI Sudah Benar