NASIONAL
Prabowo Ungkapkan Rencana Bangun 10 Ribu Desa Nelayan
AKTUALITAS.ID – World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss.
Forum ekonomi tersebut mempertemukan ahli, pakar, praktisi, ekonom, akademisi, dan pemimpin dunia dalam satu acara yang sama untuk berdialog membahas tantangan ekonomi masa kini dan proyeksi tantangan ekonomi ke depan.
Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana pemerintah untuk membangun sedikitnya 1.000 desa nelayan pada tahun ini, dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss, Kamis (22//2026) waktu setempat.
“Kami juga akan memodernisasi apa yang kami sebut desa nelayan baru. Kami akan membangun setidaknya 1.000 desa tahun ini, tetapi sebenarnya kami ingin mengalokasikan dana untuk 5.000 desa,” kata Prabowo.
Presiden menjelaskan program desa nelayan baru ini dirancang untuk mencakup pembangunan infrastruktur pendukung bagi sekitar 2.000 nelayan di setiap desa. Pemerintah juga menyiapkan alokasi anggaran yang memungkinkan pengembangan hingga 5.000 desa nelayan.
Prabowo berharap modernisasi desa nelayan tersebut berdampak pada sekitar 10 juta nelayan beserta istri dan anak-anak mereka, sehingga secara keseluruhan dapat menjangkau sedikitnya 40 juta warga Indonesia.
Presiden menyampaikan proyek percontohan modernisasi desa nelayan telah dimulai di Biak, Papua, dan berdasarkan hasil awal terdapat peningkatan penghidupan masyarakat nelayan.
“Hasilnya sangat menggembirakan. Rata-rata peningkatan penghidupan mereka mencapai 60 persen per tahun,” ujar Prabowo
Dalam program ini, Pemerintah merencanakan pembangunan fasilitas pendukung di setiap desa nelayan, termasuk penyediaan pabrik es dan stasiun bahan bakar solar, guna memudahkan aktivitas melaut dan distribusi hasil tangkapan.
“Kami akan membangun stasiun solar di setiap desa. Mereka akan mendapatkan akses dengan sangat mudah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan proses pembangunan 83.000 koperasi, dengan 83.000 gudang, 83.000 fasilitas penyimpanan dingin, 83.000 minimarket, 83.000 apotek desa yang menjual obat generik dan seluruh barang bersubsidi secara langsung ke desa-desa tanpa intervensi terlalu banyak perantara.
(Purnomo/goeh)
-
POLITIK28/01/2026 11:00 WIBDPP Prima: Ambang Batas 0 Persen Wujud Nyata Demokrasi Pancasila
-
OTOTEK28/01/2026 10:57 WIBBengkel AC Mobil Tangerang Jadi Rujukan Service AC Mobil Innova di Tangerang, Ahli Tangani Sistem Double Blower
-
NASIONAL28/01/2026 14:00 WIBPNS Wajib Tahu, KPK Terbitkan Perkom No 1 Tahun 2026 Tentang Perubahan Nilai Gratifikasi
-
EKBIS28/01/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Menggila! Naik Rp52.000 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
EKBIS28/01/2026 10:30 WIBKurs Rupiah Menguat 0,19 Persen ke Rp16.736 Saat Bursa Asia Bergerak Beragam
-
NASIONAL28/01/2026 17:11 WIBDua Tahun Bergulir, APH-RI Desak Kejagung Tegaskan Status Hukum Eks Bupati Purwakarta
-
POLITIK28/01/2026 10:00 WIBGantikan Inosentius Samsul, Penunjukan Adies Kadir Dinilai Desain Besar Kooptasi MK oleh DPR
-
DUNIA28/01/2026 12:00 WIBUEA Tegaskan Tidak Akan Membantu Serangan AS terhadap Iran