Connect with us

NASIONAL

KontraS Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus

Aktualitas.id -

ilustrasi disiram-air keras, ( Foto:Istimewa)

AKTUALITAS.ID – Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya membeberkan kronologi serangan penyiraman air keras kepada Wakil Bidang Eksternal KontraS, Andrie Yunus. Serangan itu terjadi usai Andrie menyelesaikan kegiatan perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

“Andrie Yunus mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata Dimas dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Menurut kronologi yang dihimpun KontraS, beberapa hari sebelum kejadian korban sempat menerima panggilan dari sejumlah nomor tidak dikenal pada 9 hingga 12 Maret 2026. Sebagian nomor diduga berkaitan dengan spam penipuan, pinjaman online, hingga modus m-banking.

Pada hari kejadian, Andrie menjalani aktivitas seperti biasa. Ia berangkat dari kantor KontraS menuju kantor Center of Economic and Law Studies (CELIOS) di Menteng sekitar pukul 15.30 WIB untuk menghadiri pertemuan.

Setelah kegiatan tersebut, Andrie menuju kantor YLBHI di Jalan Diponegoro, Menteng, sekitar pukul 19.45 WIB untuk melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin. Diskusi tersebut mengangkat tema Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI.

Perekaman podcast selesai sekitar pukul 20.00 WIB. Namun Andrie masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB sebelum pulang menggunakan sepeda motor.

Sebelum kembali ke rumah kontrakannya di kawasan Menteng, korban sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini.

Sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie melintas di Jalan Salemba I menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning. Saat mendekati kawasan Talang, ia melihat sepeda motor yang dikendarai dua orang melawan arah.

Motor tersebut diduga jenis Honda Beat atau Honda Vario model lama berwarna hitam dengan panel putih di bagian belakang.

Saat kedua kendaraan berpapasan, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh korban.

Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh Andrie terutama mata, wajah, dada, serta tangan. Korban langsung berteriak kesakitan dan menghentikan motornya hingga terjatuh.

Menurut keterangan KontraS, korban berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

“Aaah, Aahh, Aahh, panas panas,” teriak Andrie sebelum kembali berteriak “Air keras, air keras,” hingga warga berdatangan.

Akibat cairan tersebut pakaian yang dikenakan korban dilaporkan meleleh. Dalam kondisi kesakitan, Andrie masih sempat mengambil sepeda motor dan tas miliknya sebelum meninggalkan baju yang rusak di lokasi kejadian.

Pelaku kemudian melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya. Saat kabur, pelaku diduga menjatuhkan gelas berbahan stainless steel yang digunakan untuk membawa cairan tersebut.

Tak lama setelah kejadian sekitar pukul 23.38 WIB, korban kembali mengendarai motornya menuju rumah kontrakan melalui jalan belakang.

Dua rekannya, Rizky dan Hardingga, kemudian membawa Andrie ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Korban tiba sekitar pukul 23.48 WIB dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan diagnosis awal tim dokter, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen. Saat ini Andrie ditangani oleh enam dokter spesialis dari berbagai bidang.

Ia juga dijadwalkan menjalani operasi mata berupa transplantasi membran amnion untuk memperbaiki jaringan mata yang rusak akibat cairan tersebut.

Dimas memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang dalam peristiwa tersebut. KontraS mendesak aparat kepolisian segera mengungkap pelaku serta motif penyerangan terhadap aktivis hak asasi manusia tersebut.

“Serangan ini berpotensi menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia,” ujar Dimas.(Yan)

TRENDING

Exit mobile version