Connect with us

NASIONAL

Hemat Energi, Gedung DPR RI Bakal Gelap Mulai Jam 6 Sore

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Sekretariat Jenderal DPR RI mulai menerapkan langkah penghematan energi di tengah situasi konflik global yang berdampak pada sektor energi. Kebijakan ini mencakup pemangkasan jatah bahan bakar minyak (BBM) bagi pejabat aparatur sipil negara (ASN) hingga pembatasan penggunaan listrik di lingkungan gedung DPR.

Sekjen DPR, Indra Iskandar, mengatakan kebijakan tersebut mulai ditegaskan menjelang akhir Maret 2026 sebagai bagian dari komitmen efisiensi energi.

“Penghematan BBM sudah mulai dilakukan. Untuk ASN, jatah BBM dikurangi satu hari dalam sepekan, khususnya bagi pengguna mobil operasional eselon 1, eselon 2, dan sebagian eselon 3,” ujar Indra, Jumat (27/3/2026).

Selain pemangkasan BBM, DPR juga akan membatasi penggunaan listrik pada malam hari. Lampu di ruang-ruang yang tidak digunakan akan dimatikan maksimal pukul 18.00 WIB.

Menurut Indra, pengawasan dilakukan secara rutin oleh tim kerja (pokja) yang ditugaskan untuk memastikan tidak ada pemborosan energi di setiap gedung.

“Setiap hari ada tim yang mengontrol ruang-ruang. Jika tidak digunakan, lampu akan dimatikan lebih awal,” jelasnya.

Terkait kebijakan work from home (WFH), ASN di lingkungan DPR akan mengikuti aturan resmi dari pemerintah pusat yang hingga kini masih menunggu surat edaran.

Namun demikian, untuk kegiatan persidangan DPR yang bersifat penting dan mendesak, Indra menegaskan tetap akan diprioritaskan dan tidak terdampak kebijakan tersebut.

“Kalau ada hal krusial yang harus segera diputuskan, tentu persidangan tetap berjalan,” katanya.

Indra menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku untuk sektor birokrasi di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR. Sementara untuk anggota dewan, keputusan akan ditentukan melalui rapat pimpinan dan Badan Musyawarah.

Langkah efisiensi ini menjadi bagian dari upaya DPR dalam merespons dinamika global, khususnya terkait ketahanan energi, sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih bijak di lingkungan pemerintahan. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version