Connect with us

NUSANTARA

YMT Mundur, Sejumlah Satwa Titipan Akan Dikembalikan

Aktualitas.id -

Suasana Bandung Zoo. dok Pemprov Jabar

AKTUALITAS.ID – Kementerian Kehutanan telah mencabut izin lembaga konservasi Yayasan Margasatwa Tamansari yang mengelola Kebun Binatang Bandung sebagai bagian dari langkah penyelamatan satwa dan penataan pengelolaan kawasan tersebut.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Satyawan Pudiyatmoko menegaskan pencabutan izin dilakukan agar negara dapat memastikan seluruh satwa tetap terlindungi.

“Negara tidak boleh membiarkan satwa menjadi korban dari persoalan administratif. Pencabutan izin ini kami lakukan untuk memastikan satwa di Kebun Binatang Bandung terlindungi dan tidak terlantar,” kata Satyawan.

Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) menyatakan siap mundur dari pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) serta mengembalikan satwa titipan kepada pihak-pihak terkait seiring pencabutan izin lembaga konservasi oleh Kementerian Kehutanan.

Ketua YMT John Sumampauw mengatakan, keputusan tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus komitmen untuk memastikan kesejahteraan satwa tetap terjaga selama masa transisi pengelolaan.

“Pada prinsipnya kami siap mundur dan mengembalikan seluruh satwa titipan kepada pihak-pihak yang berwenang. Kami ingin proses ini berjalan baik dan satwa tetap terlindungi,” ujar John di Bandung, Kamis (5/2/2026).

Ia berharap ke depan Bandung Zoo dapat dikelola oleh pihak yang profesional dan berpengalaman agar mampu memaksimalkan potensi aset daerah.

“Harapan kita Bandung Zoo akan dikelola oleh pengelola yang profesional, yang punya pengalaman, dan benar-benar bisa memaksimalkan aset kota ini,” katanya.

Menurut John, pengelolaan yang baik juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemerintah Kota Bandung.

“Kalau benar dikelola dengan baik, itu akan menjadi pemasukan PAD yang berarti untuk Kota Bandung. Tapi kalau tidak dikelola dengan baik, ini akan menjadi beban Kota Bandung,” ujarnya.

(Yan Kusuma/goeh)

TRENDING

Exit mobile version