Connect with us

NUSANTARA

Kapal KM Marina 7 Terbakar Satu orang Meninggal

Aktualitas.id -

Petugas melakukan evakuasi satu orang kru kapal meninggal dunia di perairan Pulau Ular, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Kamis (19/2/2026). Dok-Basarnas Banten.

AKTUALITAS.ID – Satu orang kru kapal dilaporkan meninggal dunia saat musibah kebakaran hebat yang menimpa KM Marina 7 di perairan Pulau Ular, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten.

Kasubsie Siaga dan Operasi Kantor SAR Banten, Rizky Dwianto, mengatakan informasi awal mengenai musibah tersebut diterima melalui VTS Merak sekitar pukul 09.30 WIB setelah adanya laporan kepulan asap dari kapal tersebut.

“Insiden terjadi pada koordinat 05°57.090” LS dan 105°54.547” BT, atau berjarak sekitar 19,60 mil laut dari Dermaga Carita. Kepulan asap pertama kali terpantau oleh kapal MV Glory Majesty di sisi kiri lambung KM Marina 7 pada pukul 08.36 WIB,” ujarnya di Serang, Kamis (19/2/2026).

Merespons situasi darurat tersebut, kapal nelayan KM Sumber Sejati yang berada di sekitar lokasi kejadian segera melakukan upaya penyelamatan dengan mendekati posisi KM Marina 7 untuk mengevakuasi para awak kapal.

Keberhasilan proses evakuasi tersebut kemudian dikonfirmasi oleh KMP Portlink V pada pukul 08.58 WIB, yang menyatakan bahwa seluruh kru berjumlah 16 orang telah dipindahkan dari kapal yang terbakar untuk dibawa menuju Dermaga Lanal Banten.

“Berdasarkan data sementara yang dihimpun tim SAR, dari total 16 orang tersebut, sebanyak 15 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia dan saat ini masih dalam proses pendataan identitas lebih lanjut,” katanya.

Pihak SAR Banten telah mengerahkan tim menggunakan RIB 02 Banten menuju lokasi koordinat untuk melakukan pengamanan, sementara Unit Siaga SAR Merak bergerak ke Dermaga Lanal Banten guna menangani para korban yang tiba.

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dan relatif mendukung proses evakuasi di lapangan. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan kapal nelayan tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

(Purnomo/goeh)

TRENDING

Exit mobile version