EKBIS
Rupiah Melemah ke Rp16.929 Pagi Ini, Tertekan Sentimen Bunga The Fed
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi (19/2/2026). Mata uang Garuda tercatat mengalami tekanan seiring dengan menguatnya indeks dolar AS pasca rilis risalah pertemuan Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Rupiah Terkoreksi 45 Poin
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.31 WIB, rupiah berada di level Rp16.929 per USD. Posisi ini menunjukkan penurunan sebesar 45 poin atau setara 0,27 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.884 per USD.
Sementara itu, data Yahoo Finance pada waktu yang sama mencatat rupiah berada di level Rp16.879 per USD. Meski indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis 0,01% ke level 97,692 pagi ini, namun tren penguatan dolar yang melonjak 0,56% pada malam sebelumnya masih memberikan efek domino bagi pasar negara berkembang.
Mayoritas Mata Uang Asia Memerah
Pelemahan rupiah sejalan dengan tren negatif yang melanda mayoritas mata uang di kawasan Asia. Berikut adalah rincian pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS pagi ini:
Ringgit Malaysia: Melemah 0,36% (Pelemahan terdalam)
Dolar Taiwan: Melemah 0,35%
Won Korea: Melemah 0,25%
Rupiah Indonesia: Melemah 0,22%
Yen Jepang: Melemah 0,13%
Hanya Baht Thailand dan Dolar Singapura yang mampu mencatatkan penguatan tipis masing-masing sebesar 0,23% dan 0,01%.
Sentimen The Fed Jadi Pemicu Utama
Tekanan terhadap rupiah hari ini dipicu oleh sentimen eksternal, terutama terkait arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Risalah pertemuan terbaru The Fed menunjukkan bahwa para pejabat bank sentral hampir bulat sepakat untuk menahan suku bunga acuan. Namun, adanya perbedaan pandangan mengenai langkah kebijakan selanjutnya memicu ketidakpastian yang menguntungkan posisi dolar AS sebagai aset safe haven.
Prediksi Kurs Rupiah Hari Ini
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memprediksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan berlangsung fluktuatif dengan kecenderungan ditutup melemah.
“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun diprediksi akan ditutup melemah di rentang Rp16.880 hingga Rp16.920 per USD,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
Pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi di pasar valas, mengingat sentimen global masih mendominasi pergerakan nilai tukar domestik. (Firmansyah/Mun)
-
NASIONAL01/06/2026 18:00 WIBKonten Porno Tayang di JAKTV, Pengamat Minta KPI dan Komdigi Investigasi
-
NASIONAL01/06/2026 13:00 WIBJet PT Jhonlin Bawa Mama Sinta ke Jakarta?
-
OTOTEK01/06/2026 08:30 WIBPassword Warga Indonesia Disebut Rawan Diretas dalam Hitungan Detik
-
RAGAM01/06/2026 06:00 WIBRahmat Bagja: PAW Rentan Disusupi Kepentingan Politik
-
PAPUA TENGAH01/06/2026 13:15 WIBDisdukcapil Mimika Targetkan 100 Pasangan Ikut Nikah Massal Gratis
-
NASIONAL01/06/2026 09:00 WIBSoekarno Guncang PBB dengan Pancasila
-
PAPUA TENGAH01/06/2026 16:34 WIBDisdukcapil Mimika Permudah Akses Adminduk Warga Pesisir dengan Jemput Bola
-
EKBIS01/06/2026 10:30 WIBAwal Juni, Rupiah Tembus Rp17.844 per Dolar