OTOTEK
Benarkah Data Facebook Bakal Dipakai untuk Kloning AI? Ini Alasan Munculnya Gerakan Hapus Akun
AKTUALITAS.ID – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan munculnya ajakan untuk menghapus akun Facebook. Gerakan ini mencuat setelah raksasa teknologi Meta dilaporkan berencana menggunakan data pengguna untuk melatih model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) milik perusahaan.
Isu ini semakin memanas setelah laporan dari Dexerto yang dikutip Business Insider menyebutkan bahwa Meta berupaya mematenkan proses penggunaan Large Language Model (LLM) untuk tujuan yang kontroversial.
Menciptakan ‘Persona’ Pengguna yang Sudah Meninggal
Berdasarkan paten tersebut, Meta diduga tengah mengembangkan teknologi yang memungkinkan penciptaan persona digital dari pengguna yang telah meninggal dunia. Berbeda dengan fitur Memorialized Account (akun kenangan) di Instagram yang hanya membekukan akun, teknologi baru ini diprediksi mampu meniru cara berinteraksi pengguna aslinya.
Artinya, sosok yang sudah meninggal dunia bisa “dihidupkan kembali” secara digital di media sosial melalui algoritma AI yang mempelajari pola komunikasi, suara, hingga gaya bahasa mereka semasa hidup.
Investasi Jumbo Meta di Sektor AI
Meski laporan paten ini sudah tersebar, hingga kini belum ada bukti langsung bahwa Meta akan segera meluncurkan fitur tersebut secara massal. Namun, agresivitas Meta di industri AI tidak bisa dipandang sebelah mata.
Perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg ini diketahui bersiap menggelontorkan investasi fantastis hingga US$140 miliar (sekitar Rp2.100 triliun) sepanjang tahun 2026 hanya untuk pengembangan infrastruktur dan model AI.
Kekhawatiran Privasi dan Etika Digital
Teknologi kloning persona sebenarnya bukan hal baru. Platform seperti Seedance milik Bytedance telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam meniru suara, gambar, hingga video seseorang dengan tingkat kemiripan yang hampir sempurna.
Namun, langkah Meta yang mengincar data media sosial memicu kekhawatiran besar terkait etika dan privasi. Para kritikus menilai penggunaan data pribadi untuk melatih AI tanpa persetujuan eksplisit – terutama bagi mereka yang sudah tidak bisa memberikan izin lagi (meninggal dunia) – adalah pelanggaran privasi yang serius.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Meta belum memberikan tanggapan resmi mengenai kekhawatiran publik terkait penggunaan data untuk “persona AI” ini. Bagi pengguna yang merasa tidak nyaman, opsi menghapus atau menonaktifkan akun menjadi pilihan utama yang kini ramai disuarakan di internet. (Firmansyah/Mun)
-
FOTO25/05/2026 05:28 WIBFOTO: Majelis Dakwah Islamiyah Gelar Syukuran di Milad ke-48
-
NASIONAL24/05/2026 23:00 WIBWakil Ketua DPD Desak RUU Masyarakat Hukum Adat Disahkan
-
OLAHRAGA24/05/2026 18:35 WIBGubernur: Persib Bukti Sukses Klub Profesional
-
RIAU24/05/2026 19:18 WIBPolisi Tangkap 3 Tersangka Pembunuhan Sopir Ekspedisi di Pekanbaru
-
OASE25/05/2026 05:00 WIBHaji Wada: Detik-Detik Perpisahan Nabi Muhammad SAW
-
NASIONAL24/05/2026 19:30 WIBMahfud MD Tolak Pelarangan Film Pesta Babi, Desak Pemerintah Usut Pembubaran Nobar
-
EKBIS25/05/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Sempat Menguat Lalu Berbalik Melemah
-
NASIONAL24/05/2026 21:00 WIBBareskrim Selidiki Penyebab Blackout Sumatera