Connect with us

NUSANTARA

17,7 Juta Pemudik Diprediksi Bakal Masuk Jawa Tengah

Aktualitas.id -

Ilustrasi: Pemudik. dok.Aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Berdasarkan pemetaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DI Yogyakarta, setidaknya ada 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional Jateng menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebutkan sekitar 17,7 juta pemudik diprediksi akan memasuki wilayah Jawa Tengah pada arus mudik Lebaran 1447 Hijriyah.

“Prediksi tahun ini yang masuk ke Jateng sekitar 17,7 juta orang. Tahun lalu sekitar 15 juta orang sehingga ada kenaikan cukup signifikan,” katanya, di Semarang, Kamis (5/3/2926).

Dengan jumlah sebesar itu, kata dia, tentu semua pihak harus siap, karena Jateng menjadi sentral pergerakan mudik nasional.

Menurut dia, tingginya jumlah pemudik tersebut menjadikan Jateng sebagai salah satu simpul utama pergerakan mudik nasional.

Karena itu, kata dia, Pemerintah Provinsi Jateng akan membuka posko terpadu pada H-8 hingga H+7 Lebaran untuk mengantisipasi kedatangan jutaan orang pemudik ke wilayah tersebut.

Menurut dia, posko yang didirikan akan melibatkan organisasi perangkat daerah, kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Selain pengamanan lalu lintas, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan provinsi. Perbaikan-perbaikan jalan terus dikebut dan ditargetkan rampung sebelum H-7 Lebaran.

Selain itu, Pemprov Jateng juga menyiapkan program mudik gratis bagi perantau, dengan menyediakan 340 bus dengan total 16.415 kursi yang diberangkatkan dari Jakarta dan Bandung pada 16 Maret 2026.

Untuk moda kereta api, disiapkan 17 rangkaian kereta dengan kapasitas 1.288 penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju Solo Balapan dan Semarang Poncol pada 17 Maret 2026.

“Program ini kita siapkan agar masyarakat kita bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan arus kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan mudik, termasuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan.

Pada momentum mudik Lebaran, Pemprov Jateng juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi.

“Yang juga kita waspadai adalah potensi bencana alam, misalnya longsor, banjir, bahkan kemungkinan aktivitas Gunung Merapi. Beberapa wilayah seperti Pegunungan Muria juga menjadi perhatian karena rawan bencana,” katanya.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING

Exit mobile version