Connect with us

NUSANTARA

Dua Korban Terseret Banjir Situbondo Ditemukan Meninggal Dunia

Aktualitas.id -

Gambar ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir luapan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama beberapa hari oleh tim SAR gabungan.

Korban pertama bernama Tohari (44) ditemukan pada Selasa (10/3/2026) sore di pinggir aliran Sungai Lubawang, tepatnya di Dusun Petak, Desa Bloro, Kecamatan Besuki. Tohari sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir yang melanda wilayah tersebut.

Sementara itu, korban kedua Jelani (53) ditemukan pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 10.43 WIB di area ladang yang berjarak sekitar 10 meter dari aliran Sungai Jatibanteng.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan korban ditemukan oleh tim SAR gabungan setelah dilakukan penyisiran intensif di sejumlah titik.

“Korban atas nama Jelani (53) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area ladang yang berjarak sekitar 10 meter dari aliran Sungai Jatibanteng,” ujarnya.

Proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran visual oleh tim darat di sepanjang aliran sungai. Selain itu, tim SAR juga melakukan penyisiran di permukaan laut di sekitar muara sungai menggunakan pola parallel search pattern.

Korban Jelani ditemukan pada radial 350 derajat dengan jarak sekitar 6,8 kilometer dari lokasi kejadian awal. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menuju RSUD Besuki menggunakan ambulans.

Made menyebutkan, dengan ditemukannya kedua korban tersebut, operasi pencarian dan pertolongan resmi diusulkan untuk ditutup.

“Seluruh korban dalam kejadian ini telah berhasil ditemukan, yakni Tohari (44) dan Jelani (53) yang merupakan warga Kecamatan Jatibanteng, Situbondo,” katanya.

Sebelumnya, banjir luapan menerjang wilayah barat Kabupaten Situbondo sejak Sabtu (7/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026) dini hari. Bencana tersebut menyebabkan dua warga terseret arus dan dinyatakan hilang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno menjelaskan banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Situbondo sejak Sabtu sore.

Akibat curah hujan tinggi tersebut, debit air sungai meningkat dan meluap hingga merendam ribuan rumah warga di enam kecamatan.

Berdasarkan data BPBD Jawa Timur, dua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang adalah Tohari, warga Desa Patemon, dan Jelani, warga Desa Sumberanyar, keduanya berasal dari Kecamatan Jatibanteng, Situbondo. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version