Connect with us

NUSANTARA

BMKG Prediksi Musim Kemarau Datang Lebih Cepat

Aktualitas.id -

BMKG Prediksi Musim Kemarau Datang Lebih Cepat, ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai potensi musim kemarau kering pada 2026. Tahun ini, kondisi kemarau diperkirakan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyebutkan sifat curah hujan pada 2026 diprediksi berada di bawah normal.

“Untuk tahun 2026, sifat curah hujan diprakirakan di bawah normal sehingga musim kemarau diprakirakan lebih kering dibandingkan kondisi normalnya,” kata Teguh, Sabtu (14/3/2026).

BMKG memprakirakan masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau akan terjadi pada April hingga Mei 2026.

Pada periode tersebut masyarakat diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai petir, angin kencang, hingga kemungkinan terjadinya angin puting beliung.

Selain itu, kondisi udara juga diperkirakan terasa lebih panas selama masa peralihan musim tersebut.

Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada April hingga Juni 2026. Wilayah Nusa Tenggara diperkirakan menjadi daerah yang pertama mengalami kemarau sebelum meluas ke wilayah lain.

Secara umum, awal musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih cepat di sejumlah daerah, sementara wilayah lainnya diperkirakan mengalami waktu yang relatif normal.

Selama periode kemarau, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal sehingga kondisi cuaca akan terasa lebih panas dan kering.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia. Bahkan di sejumlah daerah, puncak kemarau diperkirakan datang lebih awal dari biasanya.

Selain itu, musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang di lebih dari separuh wilayah Indonesia sehingga potensi kekeringan perlu diantisipasi sejak dini.

Di wilayah selatan Jawa Tengah, termasuk Cilacap, musim kemarau diprediksi mulai terjadi secara bertahap pada Mei hingga Juni 2026.

Di Kabupaten Cilacap, awal kemarau diperkirakan terjadi pada Mei dasarian kedua. Namun wilayah pesisir tenggara seperti Kecamatan Binangun dan Kecamatan Nusawungu diprediksi lebih dulu memasuki musim kemarau pada Mei dasarian pertama.

Durasi kemarau di Cilacap diperkirakan berlangsung sekitar 14 hingga 18 dasarian atau sekitar 140–180 hari.

Sementara itu di Banyumas, awal musim kemarau diprediksi terjadi bertahap mulai Mei hingga Juni dengan durasi sekitar 110 – 180 hari.

Sedangkan di Purbalingga, musim kemarau diperkirakan mulai pada Juni dasarian pertama dengan durasi sekitar 120 hari.

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan serta dampak cuaca panas yang lebih panjang pada musim kemarau 2026. (Irawan/Mun)

TRENDING

Exit mobile version