OLAHRAGA
Taklukkan Persido 2-1, Persipuncak Melaju ke Final Liga 4 Papua Tengah
AKTUALITAS.ID – Persipuncak Puncak Cartenz berhasil melaju ke final Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Wania Imipi, SP 1, Mimika, Papua Tehgah, Selasa, 17 Maret 2026 besok.
Kepastian ini didapat setelah Persipuncak menaklukkan Persido Dogiyai dengan skor tipis 2-1 dalam laga semifinal yang berlangsung sengit di Stadion Wania Imipi, SP 1, Mimika, pada Senin (16/3/2026).
Turun dengan kekuatan penuh, Persipuncak sempat kewalahan menahan gempuran awal dari kesebelasan Persido. Namun, efektivitas serangan balik yang dibangun tim asuhan Hendriko Kiwak ini berhasil membalikkan keadaan.
Di babak pertama, Persido Dogiyai sempat unggung terlebih 0-1 lewat tendangan pemain nomor punggung 10, Efredo Kambuaya (10).
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Persipuncak berhasil bangkit melalui gol penyama kedudukan yang dicetak Yohan Woppy (15). Kemenangan pun diukunci melalui gol terakhir Natalius Gabriel Fonataba (78),
Pelatih Persipuncak, Hendriko Kiwak, memberikan apresiasi tinggi atas daya juang anak asuhnya. Ia menilai mentalitas pemain menjadi pembeda dalam laga yang penuh tekanan tersebut.
“Walau sempat tertinggal tapi mereka (para pemain) punya mentalitas yang baik sehingga terus mengejar bola dan selama peluit belum berbunyi mereka tetap kerja keras sehingga membuahkan gol,” ujarnya.
Di sisi lain, Asisten Pelatih Persido Dogiyai, Jefry Edison Rumabu, mengungkapkan bahwa timnya telah berupaya maksimal.
Namun, tingginya tensi permainan menyebabkan sejumlah pemain mengalami kewalahan dan hilang fokus sejak pertengahan babak pertama. Ini dianggap sangat mengganggu ritme permainan tim.
Jefry dalam kesempatan tersebut juga mengakui keunggulan lawan yang tampil solid sepanjang pertandingan.
“Dan itu di luar dugaan kami, awal sudah ada persiapan yang baik, namun ketika berjalannya waktu dalam babak pertama intensitas beberapa pemain semakin menurun,” kata Jefry.
“Meski begitu kami juga mengakui bahwa persiapan dari tim lawan juga cukup baik sehingga saling kejar skor di dalam bisa mereka unggul,” imbuhnya.
Kekalahan ini juga dipicu oleh absennya sejumlah pilar utama di sektor belakang. Jefry menjelaskan bahwa rotasi paksa harus dilakukan karena para pemain bertahan inti mengalami cedera berat sejak laga krusial di babak penyisihan grup.
Ia menambahkan, keterbatasan stok pemain bertahan membuat tim terpaksa menurunkan pemain dengan karakter gelandang serang di posisi belakang, sehingga insting pertahanan tim menjadi tidak maksimal. Hal ini menjadi bahan evaluasi besar bagi tim pelatih dan manajemen.
“Itu yang menjadi catatan bagi kami para Coach dan juga manajemen. Itu menjadi evaluasi bagi kami untuk lebih konsisten melihat pemain dalam mengisi posisi tersebut,” pungkasnya.
(Ahmad/goeh)
-
POLITIK14/06/2026 18:00 WIBPartai Gelora Siapkan Strategi Baru untuk Pemilu 2029
-
RAGAM15/06/2026 12:00 WIBBBM Baru B50 Siap Diterapkan 1 Juli
-
NUSANTARA14/06/2026 18:30 WIBDedi Mulyadi Gratiskan Sekolah Swasta bagi Puluhan Ribu Siswa di Jawa Barat
-
NASIONAL14/06/2026 16:00 WIBAkan Bongkar Semua Pihak dalam Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Sonjaya Optimistis JC Dikabulkan
-
NUSANTARA14/06/2026 16:30 WIBKasus Pertalite 25 Liter di Medan, Hakim Sebut Curigai Ada “Request”
-
OTOTEK14/06/2026 21:00 WIBWaze Hadirkan Fitur Lampu Merah Saingi Google Maps
-
OTOTEK14/06/2026 17:00 WIBMenkomdigi Minta Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Lawan Kejahatan Digital
-
OLAHRAGA14/06/2026 17:30 WIBPrediksi Swedia vs Tunisia: Duel Pembuka Grup F Piala Dunia 2026