RIAU
Riau Membara! Karhutla Kepung 4 Wilayah Sekaligus
AKTUALITAS.ID – Provinsi Riau kini memasuki fase darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya intensitas titik api di berbagai daerah. Memasuki akhir Maret 2026, tim gabungan terus berjibaku memadamkan api yang menyebar di sedikitnya empat wilayah sekaligus.
Situasi paling mengkhawatirkan terjadi di kawasan konservasi Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil. Api dilaporkan telah masuk ke wilayah Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, mengancam ekosistem hutan lindung yang kaya keanekaragaman hayati.
Koordinator Teknis Dalkarhut Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Edwin Putra, mengungkapkan bahwa kondisi lahan gambut yang kering dan dalam menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.
Menurutnya, api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah. Vegetasi seperti akasia dan semak belukar mempercepat penyebaran api sehingga sulit dikendalikan.
“Petugas menghadapi tantangan berat akibat cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air di lapangan,” ujarnya.
Selain di kawasan Giam Siak Kecil, kebakaran juga terpantau di sejumlah titik lain, di antaranya wilayah Kota Dumai hingga Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu. Api masih berkobar di Kelurahan Mundam dan Tanjung Palas di Dumai, serta beberapa desa di Kecamatan Bunut, Teluk Meranti, dan Kuala Kampar.
Tak hanya itu, upaya pemadaman juga terus dilakukan di Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, yang hingga kini masih menjadi salah satu titik rawan penyebaran api.
Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, BPBD, serta TNI dan Polri terus melakukan pemadaman intensif dan patroli untuk mencegah meluasnya kebakaran ke wilayah pemukiman dan area konsesi.
Edwin menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara ketat untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
“Hingga saat ini, tim gabungan masih berjibaku di lapangan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain,” tegasnya.
Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang dapat terus meluas jika tidak segera ditangani secara maksimal. (Irawan/Mun)
-
NASIONAL25/03/2026 02:00 WIBJet Tempur Rafale Cermin Baiknya Kerja Sama Pertahanan RI-Prancis
-
PAPUA TENGAH24/03/2026 19:30 WIBBerharap Kepastian, Ratusan Pendulang di Mimika Tertahan Akibat Tutupnya Toko Emas
-
PAPUA TENGAH24/03/2026 20:47 WIBAksi Pendulang Tutup Jalan di Mimika Berakhir Kondusif, Polisi Fasilitasi Dialog dengan DPRK
-
NASIONAL24/03/2026 21:30 WIBWacana Sekolah Daring, Gus Hilmy: Jangan Jadikan Pendidikan Korban Kebijakan Energi
-
EKBIS24/03/2026 22:00 WIBMasyarakat Tidak Perlu Khawatirkan Energi
-
OTOTEK24/03/2026 20:00 WIBToyota Land Cruiser FJ Siap Mengaspal
-
DUNIA25/03/2026 00:01 WIB66 Tentara dan Polisi Tewas, Akibat Jatuhnya Pesawat Hercules
-
NASIONAL25/03/2026 11:00 WIBBukan Lagi Perubahan Iklim: Eddy Soeparno Sebut Suhu Bumi Alami Krisis