NUSANTARA
Fadli Zon: KMI 2026 Bahas Royalti dan AI, Nasib Musisi Jadi Sorotan
AKTUALITAS.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan musik Indonesia harus memiliki posisi kuat di pasar domestik dan tidak sekadar menjadi penonton di tengah persaingan industri musik global. Pemerintah mendorong penguatan ekosistem musik nasional melalui Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 yang akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 30 Oktober–1 November 2026.
“Musik Indonesia pertama-tama harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai pasar kita hanya didominasi musik dari luar, entah itu K-Pop, Barat, atau India,” kata Fadli dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Fadli menyebut sekitar 80 persen penduduk Indonesia mendengarkan karya musisi lokal. Namun, angka tersebut perlu menjadi pijakan untuk memperkuat industri musik nasional agar mampu bersaing, bukan sekadar menjadi indikator tingginya konsumsi musik dalam negeri.
“Ini adalah prestasi luar biasa. Artinya, kita tidak sekadar menjadi pasar bagi produk luar, meskipun secara universal kita tetap mengapresiasi keberagaman genre musik dari mana pun,” ujarnya.
Penguatan industri musik, kata Fadli, menjadi bagian dari pelaksanaan amanat Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pelaku dan pemangku kepentingan industri musik.
“Pemajuan kebudayaan bukan hanya tugas Kementerian Kebudayaan sendiri, melainkan kerja bersama seluruh ekosistem agar musik nasional berdaya saing global dan menyejahterakan para pelakunya,” katanya.
KMI 2026 digelar sebagai tindak lanjut rekomendasi konferensi tahun sebelumnya. Pemerintah memilih Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan untuk memperluas perhatian terhadap perkembangan musik di luar Jakarta dan Pulau Jawa.
Fadli mengatakan musik dari Indonesia Timur memiliki peluang untuk berkembang lebih luas. Penyelenggaraan KMI di Makassar diharapkan mendorong distribusi kesempatan dan memperkuat keterhubungan pelaku musik dari berbagai daerah.
“Musik-musik dari Indonesia Timur saat ini sedang naik daun. Momentum ini kita harapkan memutus pola Jakarta-sentris atau Jawa-sentris, sehingga ekosistem musik terhubung merata,” ujarnya.
KMI 2026 mengusung tema “Bergerak Bersama Mengimplementasikan Ekosistem Musik Indonesia yang Berdaulat” dan dijadwalkan dihadiri sedikitnya 500 delegasi dari berbagai daerah.
Sejumlah persoalan yang akan dibahas mencakup tata kelola royalti, pelindungan hak cipta, dampak teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), kesejahteraan pekerja musik, pendidikan talenta, serta keberlanjutan musik tradisi.
Rangkaian konferensi akan berlangsung di Hotel Claro Makassar. Sementara itu, pertunjukan musik dan program publik dijadwalkan digelar di kawasan cagar budaya Benteng Rotterdam.
Pembahasan berbagai isu tersebut menjadi penting karena penguatan musik nasional tidak hanya berkaitan dengan jumlah pendengar atau popularitas musisi lokal, tetapi juga perlindungan hak cipta, kesejahteraan pekerja, pemerataan akses industri, dan keberlanjutan karya musik Indonesia.
-
POLITIK13/10/2026 06:00 WIBPKS Belum Putuskan Prabowo 2029
-
POLITIK13/10/2026 11:00 WIBPAN Tegaskan Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Cawapres Diserahkan ke Capres
-
JABODETABEK13/10/2026 05:30 WIBBMKG: Selasa Jakarta Berawan Seharian
-
RAGAM13/10/2026 13:30 WIBIlmuwan Temukan Cara Membunuh HIV yang Bersembunyi
-
RIAU13/10/2026 19:30 WIBWakil Ketua III DPRD Bengkalis Hadiri Paripurna Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak
-
NUSANTARA13/10/2026 12:30 WIBDarurat Asap! Kualitas Udara Kalteng Masuk Level Mematikan
-
POLITIK13/10/2026 13:00 WIBNasDem Kaji Aspirasi Daerah Sebelum Sikapi Polemik Ijazah Gibran
-
EKBIS13/10/2026 11:30 WIBHarga BBM di Semua SPBU RI Hari Ini Bikin Dompet Aman