Connect with us

OASE

Mitos Tali Pocong: Benarkah Bisa Menyebabkan Arwah Gentayangan?

Aktualitas.id -

Ilustrasi. Tali pocong (ist)

AKTUALITAS.ID – Dalam kepercayaan sebagian masyarakat, ada keyakinan bahwa jika tali pocong jenazah lupa dilepas saat prosesi pemakaman, maka arwahnya akan gentayangan. Keyakinan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan sering dikaitkan dengan berbagai cerita mistis.

Namun, bagaimana Islam sebenarnya memandang hal ini? Apakah ada dalil yang mendukung anggapan tersebut, ataukah ini hanyalah mitos belaka?

Islam dan Konsep Kematian

Islam mengajarkan bahwa kematian adalah awal dari perjalanan menuju akhirat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-‘Ankabut: 57)

Ayat ini menegaskan bahwa setelah kematian, ruh manusia tidak lagi berkeliaran di dunia, melainkan berpindah ke alam barzakh—tempat menunggu hingga datangnya hari kiamat.

Dalam ajaran Islam, hubungan seseorang dengan dunia setelah wafat hanya bisa berlanjut melalui amal jariyah, doa anak yang saleh, dan ilmu yang bermanfaat. Tidak ada konsep ruh yang gentayangan karena urusan fisik seperti tali pocong yang tidak dilepas.

Dalil tentang Keadaan Ruh Setelah Wafat

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kubur adalah tempat pertama dari tahapan akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka setelahnya akan lebih mudah baginya. Namun, jika ia tidak selamat darinya, maka setelahnya akan lebih berat baginya.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa kehidupan setelah kematian bergantung pada amal perbuatan seseorang, bukan pada kondisi fisik jasadnya. Artinya, apakah tali pocong dilepas atau tidak, tidak akan berpengaruh pada perjalanan ruh di alam kubur.

Adab Pemakaman dalam Islam

Dalam Islam, mengurus jenazah harus dilakukan dengan baik sesuai tuntunan syariat. Salah satu sunnah dalam pemakaman adalah memastikan kafan diikat dengan rapi untuk menjaga aurat jenazah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian mengafani saudaranya, maka hendaklah ia memperbagus kafannya.” (HR. Muslim)

Tali kafan memang umumnya dilepas sebelum jenazah dikuburkan, tetapi ini lebih bersifat teknis—untuk memastikan jenazah dikuburkan dengan layak. Tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa lupa melepas tali pocong dapat membuat arwah gentayangan.

Kesimpulan: Tali Pocong dan Mitos Arwah Gentayangan

Dari sudut pandang Islam, kepercayaan bahwa tali pocong yang tidak dilepas dapat menyebabkan arwah gentayangan adalah mitos yang tidak memiliki dasar dalam ajaran agama.

Ruh manusia tidak terikat pada jasadnya setelah kematian, tetapi langsung memasuki alam barzakh sesuai ketetapan Allah SWT. Yang menentukan nasib seseorang setelah wafat bukanlah kondisi fisik jasadnya, melainkan amal perbuatannya di dunia.

Sebagai umat Islam, kita hendaknya menjadikan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ sebagai pedoman utama dalam memahami perkara kehidupan dan kematian. Jangan sampai terpengaruh oleh mitos yang menyimpang dari ajaran Islam.

Semoga Allah memberikan kita pemahaman yang benar dan menerima amal kebaikan kita sebagai bekal menuju kehidupan akhirat. Wallahu a’lam bish-shawab.  (KAISAR/RIHADIN)

TRENDING

Exit mobile version