Connect with us

OASE

Adab Berbicara Dengan Orang yang Lebih Tua Dalam Islam

Aktualitas.id -

Ilustrasi: Salah satu adab dalam bicara untuk kaum muslimah adalah menghindari ghibah atau bergunjing hal yang tidak perlu. (ist)

AKTUALITAS.ID – Berperilaku sopan dan santun merupakan ciri muslim yang baik. Tentunya adab sopan dan santun ini perlu diajarkan dan dibiasakan sedari kecil. Mengingat jika tidak diajarkan dan dibiasakan sedari kecil, maka akan sulit beretika bila nanti setelah dewasa.

Banyak hadits Rasulullah SAW yang menegaskan tentang perintah menghormati orang yang lebih tua. Bahkan semasa hidup, Rasulullah SAW juga mencontohkan dengan bersikap baik dan santun kepada orang yang lebih tua.

Dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Keberkahan ada pada orang-orang tua dari kalian”. [HR. Hakim dan Ibnu Hibban)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan orang-orang yang menghormati orang tua.

“Rasulullah SAW bersabda, Wahai Anas, hormati yang lebih tua dan sayangi yang lebih muda, maka kau akan menemaniku di surga”. (HR. Baihaqi)

Hadits ini menegaskan bahwa setiap muslim yang menghormati orang yang lebih tua maka akan mendapatkan keutamaan surga. Untuk itu ada beberapa adab yang harus diterapkan ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua.

Al-Qur’an juga menekankan adab sopan santun kepada orang tua secara eksplisit. Surat Al-Isra ayat 23-24 adalah dalil utama yang sering dikutip terkait hal ini. Allah SWT berfirman:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya mencapai usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’” (QS. Al-Isra [17]: 23-24).

Para ulama juga mengingatkan agar anak tidak menatap orang tuanya dengan pandangan marah atau menghina. Kalaupun orang tua kita memarahi atau menegur, kita dianjurkan merespons dengan tenang, menundukkan pandangan sebagai rasa hormat, bukan balik menatap dengan emosi. Intinya, segala ekspresi wajah dan intonasi suara kita saat berhadapan dengan orang tua harus dijaga. Adab ini tentu membutuhkan kesabaran dan keikhlasan, apalagi jika orang tua telah lanjut usia dan mungkin lebih sensitif perasaannya.

Berikut adalah beberapaadab dan etika dalam berbicara dengan orang tua yang bisa kita terapkan sehari-hari:

  1. Bicara dengan lemah lembut dan sopan. Gunakan intonasi suara yang rendah dan halus saat berbicara dengan ayah atau ibu. Hindari berbicara dengan nada tinggi, membentak, atau tone yang terdengar meremehkan. Meninggikan suara di hadapan orang tua dilarang dalam Islam karena bisa menyakiti hati mereka. Allah SWT memerintahkan kita untuk bertutur kata “qawlan kariman” – perkataan mulia nan lembut – kepada orang tua.
  2. Tidak berkata kasar atau mengumpat. Seorang anak tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor, hinaan, atau cercaan kepada orang tuanya. Ucapan seperti “dasar ibu ini…”, atau memaki dengan sebutan buruk, adalah perbuatan durhaka. Bahkan mengeluh dengan kata “ah” atau “uh” yang menunjukkan kejengkelan pun telah ditegur oleh Al-Qur’an. Jaga agar lisan kita hanya mengeluarkan kata-kata baik ketika berbicara dengan orang tua, meskipun mungkin kita sedang kesal. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam hingga emosi reda.
  3. Menggunakan panggilan hormat, bukan nama. Panggillah orang tua dengan sebutan yang menunjukkan penghormatan. Misalnya memanggil “Ayah, Bunda”, “Abi, Umi”, atau “Bapak, Ibu”. Jangan pernah memanggil nama asli orang tua seolah-olah mereka teman biasa. Para ulama menegaskan bahwa memanggil orang tua hanya dengan namanya termasuk perbuatan tidak beradab dan bisa dianggap durhaka. Dalam budaya kita, panggilan seperti Pak/Bu untuk orang tua sudah lazim dan itu sejalan dengan ajaran Islam.
  4. Mendengarkan dengan penuh perhatian. Saat orang tua berbicara atau menasihati, dengarkanlah dengan serius, tatap wajah mereka dengan hormat, dan responlah seperlunya dengan sopan. Jangan memotong pembicaraan mereka. Tunggu hingga mereka selesai berbicara, baru kita menanggapi. Kalau memang sangat perlu menyela (misal untuk klarifikasi), mintalah izin dengan sopan. Jangan sekali-kali menyuruh orang tua diam atau menghentikan omongan mereka hanya karena kita tidak suka mendengarnya – itu perilaku yang amat tidak sopan.
  5. Tidak membantah dengan kasar. Apabila pendapat orang tua berbeda dengan kita atau mereka menegur kita, tahan diri untuk tidak membalas dengan nada tinggi atau kata-kata pedas. Jika kita merasa benar atau memiliki argumen, sampaikan dengan rendah hati dan bahasa yang santun. Contohnya dengan mengucapkan, “Maaf Bu, menurut saya begini…” daripada mengatakan, “Ibu tidak mengerti apa-apa!” Bila orang tua marah atau menyalahkan kita, dengarkan dulu dengan sabar. Kita boleh menjelaskan atau membela diri tanpa bermaksud menyakiti perasaan mereka. Ingatlah agar wajah dan suara tetap takzim, meskipun mungkin di hati ada rasa kurang setuju
  6. Tidak mencela atau mengkritik dengan kasar. Ada kalanya orang tua berbuat kekeliruan atau memiliki pandangan yang menurut kita kurang tepat. Tetaplah hormat dalam memberi masukan. Hindari menyalahkan orang tua secara langsung apalagi dengan kalimat meremehkan. Jangan katakan hal seperti “Ayah ketinggalan zaman sih!” Meskipun niat kita mungkin benar, kalimat seperti itu bisa melukai hati. Sebaiknya ungkapkan pendapat dengan kalimat yang lembut, misalnya: “Menurut pendapat Anak, mungkin akan lebih baik jika…”. Fokus pada solusi tanpa menjatuhkan martabat orang tua.
  7. Menunjukkan rasa hormat melalui gestur dan kata-kata. Saat berbicara, usahakan menghadap orang tua, tidak membelakangi. Tunjukkan ekspresi wajah yang ramah, bukan cemberut atau melotot marah. Sering-seringlah mengucapkan terima kasih dan memuji kebaikan orang tua ketika berbicara dengan mereka. Misalnya, “Terima kasih Bu untuk masakannya, enak sekali,” atau “Saya bersyukur punya Ayah seperti Ayah yang selalu mendukung saya.” Ucapan-ucapan positif semacam itu akan membuat orang tua merasa dihargai dan disayang. Ini juga bagian dari adab: berbicara dengan kata-kata yang menyenangkan hati orang tua.
  8. Mendoakan orang tua di hadapan mereka. Salah satu ucapan terbaik dari anak kepada orang tuanya adalah doa. Jangan ragu untuk mendoakan kebaikan bagi ayah dan ibu saat berbincang. Contohnya, “Semoga Ayah dan Ibu sehat selalu, kami sayang Ayah/Ibu.” Doa semacam ini bukan hanya berpahala, tapi juga menyejukkan hati orang tua yang mendengarnya. Allah SWT sendiri mengajarkan kita berdoa:

“Rabbi irhamhuma kama rabbayani shaghira”
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka (orang tuaku) sebagaimana mereka telah mendidikku waktu kecil.” (QS. Al-Isra: 24)

Beradab dalam berbicara dengan orang tua bukan hanya tuntutan etika, tapi merupakan perintah agama yang jelas. Islam mengajarkan kita untuk menghormati orang tua dengan penuh kasih sayang dan rasa hormat, terutama melalui ucapan dan perilaku sehari-hari.

Kata-kata yang lembut, nada suara yang rendah, dan sikap merendah di hadapan orang tua adalah wujud nyata bakti kita. Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits sudah sangat tegas: jangan sekali-kali berkata kasar atau mengucapkan “ah” kepada ayah dan ibu. Sebaliknya, ucapkanlah kata-kata yang mulia dan doa-doa kebaikan untuk mereka.

Mari renungkan jasa orang tua yang telah membesarkan kita dengan susah payah. Tak akan mampu kita membalasnya, namun dengan berkata yang baik, menghormati, dan mendoakan mereka, setidaknya kita telah menunaikan sebagian dari kewajiban birrul walidain.

Semoga Allah SWT melembutkan lisan dan hati kita dalam berbakti kepada orang tua. Adab berbicara dengan orang tua yang baik akan membawa kedamaian dalam keluarga, mendatangkan ridha Allah, dan menjadi jalan pembuka keberkahan hidup kita di dunia dan akhirat. Aamiin.

Goeh Wndh

TRENDING

Exit mobile version